Mengenang Djiwo Diharjo, Sang Pembuat Keris Pusaka dari Imogiri Yogyakarta

Mengenang Djiwo Diharjo, Sang Pembuat Keris Pusaka dari Imogiri Yogyakarta
Djiwo Diharjo. (Blackulin.wordpress)

Pada 2012 lalu, Djiwo Diharjo mendapatkan penghargaan Upakarti dari pemerintah. Penghargaan ini diberikan oleh Presiden keenam Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono karena Mbah Djiwo, sapaan akrabnya, menunjukkan dedikasi tinggi dalam melestarikan pusaka khas Jawa, yaitu keris.

Inibaru.id – Bagi pengrajin keris di Kecamatan Imogiri, Yogyakarta, Djiwo Diharjo tentu bukanlah nama yang asing. Lelaki asal Desa Banyusumurup ini merupakan salah satu Empu yang terkenal. Keris buatannya berkualitas tinggi sehingga semasa hidupnya banyak orang yang memesan padanya.

Menelusuri riwayat hidupnya, Djiwo Diharjo merupakan keturunan ke-19 Empu Supondriyo. Empu yang berasal dari Kerajaan Majapahit ini memutuskan menyelamatkan diri ke Dusun Banyusumurup setelah kerajaannya terlibat perang. Dia lantas memutuskan menetap di sana. Selama itu pula, Empu Supondriyo mewariskan keterampilannya pada anak-cucunya.

Bakat ini menurun pula ke Djiwo Diharjo. Djiwo kerap diminta membuat keris pusaka yang nggak semua orang bisa melakukannya. Untuk menempa keris, orang yang melakukannya harus berusia di atas 30 tahun.

Sebelum melakukannya, si empu harus melakukan ritual khusus seperti berpuasa. Dalam hal ini, Djiwo menjadi salah satu yang andal. Keris buatannya telah melanglang buana hingga ke mancanegara.

Lantaran konsisten melestarikan salah satu kebudayaan Jawa, Djiwo pernah mendapatkan penghargaan Upakarti dari Presiden keenam Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan ini diperolehnya pada 2012 silam. Lelaki yang akrab disapa “Mbah Djiwo” ini mengaku bangga dengan yang dilakukannya.

Sebelum mengembuskan napas terakhirnya pada 2015 lalu, Djiwo sempat berpesan pada generasi muda Indonesia untuk bangga pada budayanya sendiri. Dia pun berharap budaya pembuatan keris akan tetap ada dan semakin digemari anak muda.

Setelah Mbah Djiwo, siapa lagi ya ahli keris di Indonesia? (IB10/E03)