Mengenang Dariah, Seniman Lengger Lanang dari Banyumas

Dariah menjadi seniman Lengger Lanang legendaris di Banyumas. Sayang, kiprahnya sempat terhenti saat pemerintah menangkap sejumlah seniman dengan tuduhan terlibat PKI. Seolah nggak padam, semangat menarinya kembali saat Orde Baru nggak lagi menciutkan hati.

Mengenang Dariah, Seniman Lengger Lanang dari Banyumas
Dariah. (Purwokertokita.com)

Inibaru.id - Bicara soal seniman Lengger Lanang, Dariah menjadi nama yang cukup familiar di telinga masyarakat Banyumas. Dariah yang memiliki nama kecil Sadam merupakan penari yang berasal dari Desa Somakaton, Kecamatan Somagede.

Pada 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menganugerahinya penghargaan Maestro Seniman Tradisional.

Sebelum diberi penghargaan tersebut, Dariah telah malang-melintang melestarikan Lengger Lanang. Sejak kecil, dia dikenal sebagai lelaki yang suka menyanyikan tembang-tembang Jawa dan menari.

https://satelitpost.com/wp-content/uploads/2018/02/1902_Lengger_Lanang_Dariah_Fikriadin_40.jpg

Dariah di masa tua. (Satelitpost)

Dariah memutuskan menjadi lengger setelah mendapat wangsit (petunjuk) di Panembahan Ronggeng, Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Banyumas. Sejak itu, dia mulai menunjukkan keterampilan menarinya dari desa ke desa.

Dariah terpaksa berhenti melakukan kesenangannya saat Gerakan 30 September (G30S) 1965 meletus. Saat itu, nggak sedikit seniman lengger ditangkap pemerintah lantaran dituduh terlibat PKI.

http://1.bp.blogspot.com/-USmWywaQlf4/U9HbUeBmt7I/AAAAAAAAA0o/J9ymLxuoddg/s1600/_MG_8124-k.jpg

Dariah dalam kostum tarinya. (Dinadinotz)

Dariah pun berhenti menjadi seniman lengger dan beralih profesi sebagai perias pengantin. Selama menjadi perias pengantin itu pula, Dariah menghasbikan hidupnya sebagai perempuan.

Ketika Orde Baru runtuh, dia nggak langsung kembali aktif menari. Dariah baru menari pada 2000 di Sanggar Banyu Biru, Desa Plana, Kecamatan Somagede.

Tujuh tahun kemudian, setelah menerima penghargaan dari pemerintah, Dariah mengembuskan napas terakhirnya pada 12 Februari 2018.

http://4.bp.blogspot.com/-nS2Fs9Pt4lU/U9HbtxE7ZDI/AAAAAAAAA1A/Pdkl0HaMbJo/s1600/_MG_8154-k.jpg

Dariah dalam kostum tarinya. (Dinadinotz)

Meski nggak lagi bisa ikut menari, jasa Dariah melestarikan kesenian lokal patut diapresiasi. Selamat jalan, Dariah! Engkau akan selalu dikenang... (IB15/E03)