Mengenal Sosok Mashadi, Pahlawan Mangrove dari Brebes

Mengenal Sosok Mashadi, Pahlawan Mangrove dari Brebes
Sosok Mashadi yang sederhana. (Mongabay)

Konsistensi dan tekadnya dalam merehabilitasi hutan mangrove sempat diragukan masyarakat. Namun, kerja keras itu terbayar setelah Mashadi menerima penghargaan Kalpataru dari Presiden.

Inibaru.id – Sempat dianggap gila, Mashadi yang kini dikenal sebagai pahlawan mangrove adalah sosok yang gigih dalam meyakinkan masyarakat untuk merehabilitasi hutan mangrove. Lelaki kelahiran 1 April 1971 ini memang selalu terpacu untuk memulihkan ekosistem pesisir laut melalui reboisasi mangrove.

“Kerusakan lingkungan parah yang merupakan pemicu utama. Penebangan hutan bakau atau mangrove secara masif untuk tambak udang windu menyebabkan abrasi besar-besaran di pesisir pantura Brebes,” ungkap lelaki jebolan Akademi Perdagangan Tjendekia Puruhita Semarang itu, dikutip dari MSN (19/1/2019).

Mashadi memulai perjuangan pada 2004, tepat di saat dia memutuskan untuk pindah ke kampung halaman istrinya, yakni di Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes.

Sempat dianggap gila, kini Mashadi dielu-elukan sebagai pahlawan mangrove yang peduli terhadap lingkungan. (metrotvnews)

Saat itu perjuangan Mashadi tidak langsung berjalan mulus. Masyarakat menyangsikan usahanya. Bahkan, nggak jarang warga menganggap ide Mashadi mustahil. Namun, ini justru membuatnya semakin terpacu.

”Saya dianggap gila. Namun, ini justru menjadi pemicu semangat. Konsep yang saya tekankan, lebih baik menyalakan lilin daripada mengumpat kegelapan,” katanya.

Setelah bergabung dengan Ikatan Petani Pengendalian Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI), Mashadi kemudian mengedukasi masyarakat terkait gambaran risiko kerusakan alam yang diakibatkan oleh abrasi serta solusi yang dapat digunakan untuk menanggulanginya.

Proses cukup panjang yang dijalani Mashadi bersama masyarakat membuahkan hasil. Mereka diganjar bantuan 4,35 juta bibit mangrove dari berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, perusahaan swasta, hingga organisasi sosial.

Penghargaan dari Presiden untuk kegigihan Mashadi dalam melestarikan hutan mangrove. (Tribunnews)

Alhasil, dari lahan awal yang seluas 250 hektare, cakupan mangrove yang dia tanam meluas hingga 623 hektare atau bertambah 373 hektare. Hm, kian banyak lahan warga yang terselamatkan!

(Baca Juga: Pandangi Keelokan Mangrove Pandansari dari Lengkung Jembatan Berwarna Merah Muda)

Perjuangan Mashadi pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah dengan penghargaan Kalpataru yang diserahkan langsung Presiden Joko Widodo. Dia juga menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah melalui Apresiasi Gerakan Satu Milyar Pohon serta penghargaan Dompet Dhuafa Award kategori Pejuang Lingkungan.

Nah, inspirasi semacam ini perlu diapresiasi dan dicontoh, Millens! Maka, berbuat baiklah, meski dianggap gila sekalipun! Ha-ha. (IB23/E03)