Mengeksplor Tempat Wisata di Indonesia bersama Sekolah TelusuRI

Mengeksplor Tempat Wisata di Indonesia bersama Sekolah TelusuRI
Sekolah TelusuRI saat melakukan kegiatan di Kota Lama Semarang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sekolah TelusuRI memberi wadah bagi orang-orang yang suka menuliskan catatan perjalanan, memotret, dan membuat video.

Inibaru.id - Di Indonesia ada sebuah wadah untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin menuliskan catatan perjalanan mereka serta mendiskusikannya. Wadah tersebut bernama Sekolah TelusuRI.

Sudah jelas jika Sekolah TelusuRI bergerak di sektor pariwisata. Nggak cuma tulisan saja, foto dan video juga menjadi hasil atas berbagai program mereka. Berdiri sejak 2015, Sekolah TelusuRI sejauh ini tercatat sudah menjelajahi sekitar 10 kota yang ada di Indonesia.

Awal mula terbentuknya wadah ini adalah karena ingin mengekspos tempat-tempat wisata tersembunyi yang ada di Indonesia. Nah, dari situlah Sekolah TelusuRI hadir untuk lebih mengangkat tempat-tempat wisata tersebut.

“Awalnya keinginan kami cuma ingin mengangkat pariwisata lokal yang masih belum banyak orang ketahui,” ujar Maureen Fitri selaku communite manager pada Minggu (20/10).

O ya, kamu mungkin nggak akan percaya kalau pengelola komunitas ini hanya 3 orang, yakni Maureen Fitri (Semarang), M. Syukron (Kapoposang), dan Yovita Ayu (Jakarta). Lalu bagaimana Sekolah TelusuRI bisa menjamah kota-kota di seluruh Indonesia?

Sekolah Telusuri bekerja sama dengan komunitas setempat, dalam acara “Telusuri Sejarah Kota Lama-Pecinan” dengan Pemandu Wisata Kota Lama Semarang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sekolah TelusuRi dalam menjalankan kegiatan bekerja sama dengan komunitas setempat. Misalnya saja dalam menjalankan kegiatan yang bertajuk “Telusuri Sejarah Kota Lama-Pecinan”, Sekolah Telusuri mengajak Pemandu Wisata Kota Lama Semarang.

“Kami memang selalu berkolaborasi dengan komunitas setempat. Jadi di samping mempromosikan, mereka juga bisa bercerita di tempatnya sendiri,” tutu Maureen.

Pernah juga mengajak penyandang disabilitas di Kota Semarang untuk menyusuri rute wisata. Hal tersebut selain untuk mengajak berkeliling Kota Lama, juga ingin menjajal apakah infastruktur Kota Lama sudah ramah bagi penyandang disabilitas.

Buat kamu yang punya tempat wisata rujukan di daerahmu dan masih belum banyak diekspos, kamu bisa saja meminta Sekolah TelusuRI untuk membuat kegiatan di tempat tersebut. Tinggal kontak Instagram @Ayotelusuri atau melalui surat elektronik di ayo@telusuri.id

Bagaimana, kamu tertarik, Millens? (Audrian F/E05)