Mendorong Kesigapan Perempuan dan Milenial Tangkal Kanker Payudara

Meski tergolong tumor jinak, bukan berarti tumor payudara dapat disepelekan. Jika nggak mengindahkan gaya hidup sehat, tumor berpotensi menjadi kanker.

Mendorong Kesigapan Perempuan dan Milenial Tangkal Kanker Payudara
Seminar kesehatan “We Care, We Aware” di Mall Ciputra . (inibaru.id/ Issahani)

Inibaru.id - Gaya hidup milenial yang nggak sehat dan mudah dilanda stres dapat memicu perubahan tumor menjadi kanker. Pernyataan tersebut disampaikan dr Siska Liana, Sp rad dari RS Colombia Asia Semarang ketika menyampaikan materi dalam seminar kesehatan “We Care, We Aware” di Mall Ciputra baru-baru ini.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 18,1 juta kasus baru dan 9,6 juta kematian akibat kanker payudara pada 2018. Sementara di Indonesia, berdasarkan data Kemenkes RI, tercatat prevalensi angka kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk, dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Serem kan?

dr. Siska Liana sedang melakukan USG terhadap salah satu peserta seminar. (inibaru.id/ Issahani)

Untuk cepat menanggulangi hal-hal yang nggak diinginkan, sebaiknya perempuan rutin melakukan SADARI (periksa payudara sendiri). Jika menjumpai benjolan, segera periksakan diri ke dokter.

Sselain faktor genetik, faktor hormonal di dalam tubuh juga mempengaruhi seseorang terjangkit tumor atau kanker ini.

“Kecenderungan sekarang, jumlah pengidap tumor payudara mulai bertambah dari usia muda, namun masih tumor jinak. Karena salah satunya karena gaya hidup, makanan dan hormonal, yang memicu terjadinya kanker tersebut,” katanya.

Selain seminar, acara yang dilangsungkan di Mall Ciputra ini juga mengadakan pemeriksaan gratis termasuk USG. Dari 50 peserta, dua orang kedapatan memiliki benjolan di payudaranya. Dr Siska lantas memberi surat pengantar untuk dirujuk ke dokter bedah supaya dilakukan penanganan.

Peserta seminar berjumlah lima puluhan srikandi Gojek. Mereka diajak untuk lebih aware terhadap kesehatan payudara. (inibaru.id/ Issahani)

“Sudah menjadi concern kami tiap bulan Oktober mengundang para perempuan, utamanya ibu-ibu untuk terlibat di event Breast Cancer,” ungkap Mall Manager Mal Ciputra Semarang, Ani Suyatna.

Acara yang digelar dalam rangka memperingat Hari Kanker Payudara Sedunia ini disambut positif. Peserta yang hampir semuanya perempuan antusias mendengarkan pemaparan dan mengikuti pemeriksaan gratis.

“Iya, tadi diajari supaya mendeteksi sendiri di sekitar payudara. Kalau ada yang aneh, dan ada benjolan yang tidak biasa, maka harus diperiksakan,” kata Elly, peserta seminar yang berprofesi sebagai driver ojek online ini. Dia mengaku akan lebih peka terhadap kesehatannya selepas acara ini.

Yuk ah lebih peduli kesehatan, Millens. (Issahani/E05)