Mau Bantu Penyandang Disabilitas?  Pahami Dulu Etikanya

Mau Bantu Penyandang Disabilitas?  Pahami Dulu Etikanya

Membantu disabilitas mungkin memang perbuatan mulia. Tapi nggak bisa sembarangan lo, ada etikanya!

Inibaru.id - Mungkin kamu punya jiwa penolong jadi suka nggak tega saat melihat orang lain kesusahan, termasuk penyandang disabilitas. Tapi masalahanya dalam membantu penyadang disabilitas nggak bisa sembarang juga lo, Millens. Ada etika khusus yang harus kamu ketahui.

Ketua yayasan penyandang disabilitas Sejiwa Foundation yakni Yuktiasih Proborini menyampaikan bagaimana etika tersebut. Dia sendiri secara pribadi juga sering diperlakukan kurang benar oleh orang yang ingin membantunya.

“Saya sebetulnya merasa tersinggung ketika ada orang yang tiba-tiba mendorong kursi saya. Kalau ada yang seperti itu saya pasti langsung bilang, 'maaf ya, Pak, tolong tanya dulu.' Begitu pun kalau saya naik ojek mobil daring. Tiba-tiba saja dia mengangkat saya. Nah itu saya malah merasa dilecehkan,” ujar Yuktiasih. “Kursi roda ini kan juga part of my body. Jadi ya nggak bisa sembarangan,” tambahnya.

Yuktiasih sebetulnya nggak melulu memandang dari sudut pandang pribadinya. Dari arah sebaliknya dia pun juga menyadari kalau memang nggak semua orang tahu bagaimana etika saat akan membantu disabilitas, meskipun niat mereka sebetulnya baik.

“Penyandang disabilitas pun juga harus menyadari kalau nggak semua orang tahu bagaimana cara membantu mereka. Untuk itulah perlu dijembatani dengan advokasi dan edukasi. Saya juga nggak berhenti melakukan itu lewat Facebook ataupun di radio,” ucap Yukti.

Penyandang disabilitas saat mendengarkan arahan dari panitia Sekolah Telusuri. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Penyandang disabilitas saat mendengarkan arahan dari panitia Sekolah Telusuri. (Inibaru.id/ Audrian F)

Maka, Yuktiasih mewakili penyandang disabilitas kemudian memberikan tips tentang bagaimana etika yang harus dilakukan saat akan membantu penyandang disabilitas.

Kalau kamu mau membantu penyandang tunanetra, sentuh dulu pundak atau sikunya. Baru kamu tuntun perlahan.

Penyandang tunanetra menurut Yuktiasih seperti orang yang ketakutan. Di sekelilingnya gelap dan nggak tahu ada siapa saja. Jadi dia memohon pengertiannya.

“Yang terpenting kuncinya cuma satu, yakni bertanya lebih dahulu. Bukan berarti disabilitas itu lemah dan butuh dikasihani. Bertanya, apa yang harus dibantu dan bagaimana caranya. Seperti saya pun kalau nggak butuh-butuh banget juga nggak harus didorong kursinya,” tuturnya.

Jadi itu yang harus diperhatikan kalau kamu hendak membantu penyandang disabilitas ya, Millens. Intinya, tanya dulu. (Audrian F/E05)