Titik Terang yang Dinyalakan Pustaka Prana untuk Anak-Anak Lamongan

Berawal dari belajar sambil bermain hingga jelajah dongeng, Pustaka Prana ajak anak-anak jalanan hingga berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kemampuan berkreasi. Begini kisahnya.

Titik Terang yang Dinyalakan Pustaka Prana untuk Anak-Anak Lamongan
Kegiatan Jelajah Dongeng ala Pustaka Prana. (Instagram.com/@pustakaprana)

Inibaru.id - Membaca belum membudaya di negeri ini. Khawatir dengan keadaan itu, Pustaka Prana, sebuah komunitas pencinta buku asal Lamongan, Jawa Timur, mendirikan ruang edukasi untuk anak usia dini. Melalui komunitas itu, mereka pengin mengatakan bahwa membaca tidaklah membosankan seperti anggapan kebanyakan orang.

 

Diketuai Delta Samudra, komunitas yang dibentuk pada 7 Oktober 2017 itu mengadakan agenda rutinnya itu saban Minggu pagi yang dipusatkan di Pendopo Alun-Alun Lamongan.

 

Delta mengatakan, mereka sengaja mengadakan acara di tempat terbuka yang banyak dikunjungi orang, terutama anak-anak kecil, agar mudah dilihat dan menarik minat orang untuk bertanya dan turut serta. 

“Ya, biar banyak dilihat anak, termasuk anak jalanan, agar mereka bisa ikut kegiatan yang kami selenggarakan,” ujarnya.

Asah Kreativitas

Sejumlah kegiatan yang Pustaka Prana lakukan di antaranya membuat origami, kolase, menganyam, membuat tempat pensil dari stik, finger painting, membuat jam sebagai media pengenalan waktu, robotika, membuat wayang, dan lain-lain.

Selain itu, Pustaka Prana juga memiliki agenda rutin saban dua bulan sekali, yakni Jelajah Dongeng di desa-desa yang kurang terjangkau di sekitar Kota Lamongan.

Menurut Delta, permainan baik bagi anak-anak. Ini juga bagus untuk proses pembentukan kepribadian anak. Nah, itulah tujuan dari Pustaka Prana, yakni mengajak anak untuk bermain sambil belajar.

Salah satu kreasi dari pelepah pisang dalam kegiatan Pustaka Prana. (Instagram.com/@pustakaprana)

 

Patungan

Pustaka Prana dan ruang edukasi merupakan inisiasi pribadi. Maka, dana yang mereka keluarkan untuk tiap kegiatan mereka juga berasal dari uang saku masing-masing anggota Pustaka Prana. Yap, patungan! Mereka juga memutuskan untuk nggak memungut biaya sepeser pun kepada anak-anak.

Beruntung, kendati nggak banyak, Pustaka Prana acap menerima donasi berupa buku dan fasilititas lainnya dari beberapa pihak.

Agenda rutin Pustaka Prana setiap hari Minggu pagi di Pendopo Alun-Alun Lamongan. (Instagram.com/@pustakaprana)

Pencapaian Pustaka Prana

Bagi Delta dan kawan-kawan, Pustaka Prana merupakan tempat bagi siapa pun untuk memahami sesuatu yang baru. Pustaka Prana juga merupakan tempat hati perlu dilatih dengan membaca dan memahami. Tentu saja ini nggak mudah karena mereka menjalankan semua kegiatan dengan biaya sendiri.

Namun, seakan nggak ada matinya, mereka terus bergerak demi tujuan pertama dan utama, yakni memberi pemahaman anak-anak bahwa membaca itu penting.

Terus berkreasi untuk meningkatkan kreativitas anak-anak jalanan. (@pustakaprana)

Nah, cukup mengispirasi bukan? Kamu juga bisa loh untuk berbagi ilmu dengan sesama dimulai dari hal yang sederhana. Oke, Millens? (Hayyina Hilal/E03)