Nyore Berfaedah di Maerokoco bareng Ketimbang Ngemis Semarang

<em>Nyore</em> Berfaedah di Maerokoco bareng Ketimbang Ngemis Semarang
Suasana bazar amal bersama sosok dampingan dari komunitas Ketimbang Ngemis Semarang. (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Setiap komunitas memiliki cara sendiri untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Sama halnya dengan komunitas Ketimbang Ngemis. Mereka fokus membantu orang-orang susah yang terus berjuang untuk hidup tanpa harus meminta-minta.

Inibaru.id – Ada yang berbeda di hari Minggu (19/5) kemarin. Bertempat di Grand Maerokoco, komunitas Ketimbang Ngemis chapter Semarang merayakan anniversary-nya. Yap, ini merupakan tahun ke-4 komunitas tersebut berdiri di Kota Atlas.

Penjual es serut ini bernama Juari, sosok dampingan dari KN Semarang. (Inibaru.id/ Sitha Afril)

“Awal mula Ketimbang Ngemis itu dari penyesalan pribadi seorang founder kami yang berasal dari Jogja. Jadi, dulu pernah suatu ketika beliau lagi mau ibadah dan ngelihat ibu-ibu yang udah sepuh lagi jualan di deket masjid. Nah, pikirnya sih mau ngebantu Ibu itu nanti setelah sholat, tapi ternyata ibu itu udah nggak ada di tempat,” jelas Didit, koordinator Public Relation Ketimbang Ngemis Semarang.

Beberapa sosok dampingan KN Semarang yang semangat menyambung hidup di tengah keterbatasan tanpa mengemis. (Inibaru.id/Sitha Afril)

For your information ya, Ketimbang Ngemis (KN) merupakan komunitas peduli sosial yang menempuh cara unik dalam aksinya. Dalam aksinya, KN terjun langsung menjumpai orang-orang tangguh yang mempertahankan hidupnya tanpa mengemis. Mereka rela melakukan apa pun untuk mengais rezeki asalkan nggak mencuri sekaligus pantang untuk mengemis. Padahal kalau dilihat dari kondisinya, sosok yang dirangkul KN cukup mampu untuk menarik iba masyarakat, jika mereka memilih “ngemis” sebagai mata pencaharian. Mengingat kini, banyak yang berpura-pura cacat agar bisa merauk keuntungan besar dari belas kasihan orang.

Sosok inspiratif dampingan KN Semarang yang menjajakan jasa timbangan badan sukarela. (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Contohnya Basiro. Pria paruh baya yang seharusnya beristirahat untuk menikmati hari tuanya, justru harus tetap berjuang hidup dengan menyediakan jasa timbangan badan sukarela. Yap, Basiro ini adalah sosok tangguh dampingan KN Semarang karena semangat kerjanya dalam mencari nafkah. Dia pantang mengemis karena masih percaya bahwa dia sanggup memberikan sesuatu agar bisa mendapatkan rupiah, termasuk menyewakan timbangan badan bagi siapapun yang ingin nimbang dengan imbalan sukarela.

Oya Millens, KN sendiri memiliki prinsip dasar untuk membantu orang lain tanpa memanjakannya. Jadi, nggak heran kalau tajuk “4GIVING OTHER” dalam acara tersebut diselaraskan dengan konsep bazar sederhana. Jadi, pengunjung yang ingin berdonasi bisa menukarkan kupon sebesar Rp 10 ribu untuk membeli dagangan para sosok sekaligus membantunya. Wihh, menarik juga ya konsepnya?

So, buat kamu yang penasaran soal kegiatan KN Semarang, bisa langsung kepoin instagram @ketimbang.ngemis.semarang! Kamu juga bisa banget ngasih rekomendasi sosok yang layak didampingi KN melalui akun tersebut. Eittts, mau nyalurin donasi dalam bentuk apa pun juga bisa, lo!

Selamat ulang tahun, KN Semarang! Semoga terus menginspirasi! (Sitha Afril/E05)