Lewat Tur dan Beasiswa, Senyawa Inginkan Kemandirian Anak Muda

Lewat Tur dan Beasiswa, Senyawa Inginkan Kemandirian Anak Muda
Suasana konser Senyawa dengan tajuk Senyawa Nusantara di Bantul, Rabu (4/3). (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Bukan cuman sibuk main musik, Senyawa hendak mendukung anak muda agar bisa mandiri dan memiliki daya hidup untuk berkarya. Nggak man-main, keinginan ini diwujudkan lewat tur Nusantara dan Beasiswa Senyawa.

Inibaru.id – Mengawali 2020 dengan berjualan produk jamu, pupuk, dan tembakau, Senyawa rupanya bukan berniat main-main. Produk itu diniatkan menjadi produk yang bisa menjadikan Senyawa lebih mandiri dan memiliki daya hidup yang bukan hanya musik-musikan.

Keinginan untuk menjadi mandiri dan memiliki daya hidup ini nggak pengin mereka aplikasikan sendirian, Millens. Senyawa hendak membawa pesan ini ke banyak tempat di Indonesia melalui tur Senyawa Nusantara dan Beasiswa Senyawa.

Beasiswa Senyawa dibentuk sebagai kelompok yang orang-orang di dalamnya akan belajar bersama untuk bisa menopang hidup dan kemandirian mereka. Yang dipelajari di sana bisa apa saja, mulai dari kelistrikan, cara membuat gitar, atau apa pun yang menjadi kegemaran para peserta dan bisa memberikan penghidupan pada mereka. Hal itu dibutuhkan untuk bisa terus berkarya.

“Seperti orang yang sibuk untuk mencari daya hidup, jadinya kerja terus lupa nggak berkarya. Kan kita nggak pengen juga seperti itu anak muda,” ucap Rully Shabara, personel Senyawa, Rabu (4/3).

Syarat lulus beasiswa ini juga unik. Para peserta bisa menghidupi dirinya dengan usaha yang dia pelajari selama belajar bersama dan memiliki karya.

Kamu tertarik nggak dapat beasiswa dari Senyawa? (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)
Kamu tertarik nggak dapat beasiswa dari Senyawa? (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

O ya, tur Senyawa Nusantara juga diniatkan untuk menyokong kemandirian tersebut. Dari tur chapter pertama yang mengunjungi Makassar, Pontianak, Denpasar, dan Bantul, Senyawa sudah mendapat banyak tawaran untuk mengunjungi banyak kota di Indonesia.

Hal ini sesuai harapan Senyawa yang menginginkan kuatnya jaringan antarkelompok di Indonesia. Berjejaring menjadi sangat penting untuk menyokong kemandirian dan daya hidup karena menurut Rully, dengan berjejaring sebuah kelompok akan semakin kuat juga bisa belajar dari pengalaman teman-teman di setiap kota. Jejaring itu nantinya akan terus dihubungkan hingga akan ada koneksi besar di seluruh Nusantara.

“Itu kan PR banget. Kita nggak pengen bisa mengubah banyak langsung sekaligus, nggak akan langsung selesai. Ya udah mending dari individu-individunya saja,” tambah pria kelahiran Palu ini.

Mengenai program beasiswa ini, Rully mengatakan tahun ini dia dan Senyawa akan memilih siapa saja yang berhak menerima. Setelah itu, pendaftaran baru dibuka untuk umum.

Bagaimana, kamu tertarik daftar nggak, Millens? (Gregorius Manurung/E05)