Lebih Dekat dengan Proses Penentuan Konten dan Produksi Podcast

Lebih Dekat dengan Proses Penentuan Konten dan Produksi Podcast
Mendengarkan podcast jadi aktivitas yang digandrungi anak muda saat ini. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Pembuatan konten dan produksi podcast untuk masing-masing podcaster sebenarnya memiliki cara dan triknya sendiri-sendiri. Alat-alat yang digunakan pun menyesuaikan dengan kebutuhan. Dari proses ini kemudian kelak memunculkan episode-episode yang berkesan.

Inibaru.id – Membuat podcast memang gampang-gampang susah. Hal tersebut yang dialami oleh duo podcaster Ikhlas Alfarisi dan Eren Dhoheiri dari podcast Kata Pemuda. Podcast yang mereka bikin membahas isu-isu publik kontemporer dari perspektif anak muda. Saat ini telah ada 11 episode yang telah diproduksi.

“Bermodal hape dan microphone clip-on murah kita ngerekam obrolan kita, terus di edit di Audacity, untuk distribusinya kita upload ke anchor, nanti mereka yang distribusiin ke platform-platfrom kayak spotify, apple podcast, dan lain-lain,” kata Eren.

Moh Alfarizqy pendiri podcast Sosiologis! memiliki metode yang berbeda dalam menentukan konten. Alfa bercerita dalam membuat konten dan plan seasonal dipandu oleh sosiolog handal melalui buku dan kajian yang para sosiolog itu tulis. 

Alat-alat yang digunakan Alfa untuk membuat podcast pun nggak rumit. Dia merinci butuh gawai Samsung A10 untuk merekam, sebuah lemari baju untuk tempat rekaman, Soundcloud untuk download backsound, aplikasi google dan edit audio, serta jam digital yang menunjukkan pukul 11.30 malam.

Channel podcast Kata Pemuda. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)<br>
Channel podcast Kata Pemuda. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Recording dilakukan dengan hape di lemari kayu yang hampir penuh dengan pakaian pada pukul 11.30. Itu sudah sangat membantu untuk mendapatkan suara yang terfokus, jernih dan nggak keluar uang sepeser pun,” terang Alfa.

Dari penggarapan-penggarapan konten yang sudah dilakukan para pocaster ini, mereka punya satu episode yang berkesan. Semisal Faris mengaku penggarapan podcast Kata Pemuda yang paling berkesan adalah episode kelima yang bahas gender. Saat itu kondisinya Eren tengah fokus menggarap skripsi dan Faris kebingungan karena nggak ada partner siarannya, Eren.

Sementara, rekannya Eren mengatakan, penggarapan yang menurutnya paling berkesan terjadi saat awal membuat podcast atau episode pertama yang berjudul Kenapa Bikin Podcast? Ini Latar Belakangnya. Baginya ada perasaan canggung dan nggak biasa.

Begitu juga dengan Alfa, episode pertama berjudul Doing Sociology: Dasar-dasar Melakukan Sosiologi menjadi penggarapan paling berkesan karena tema tersebut sangat gurih, sangat dekat dengan banyak jenis pendengar, dan booming.

Kalau diperhatikan, pembuatan konten hingga produksinya menurutmu gimana sih? Apakah kamu berminat membuatnya juga? (Isma Swastiningrum/E05)