Edisi Spesial Kartini: Krisseptiana Banyak Perjuangkan Perempuan lewat Kebijakan

Krisseptiana memutuskan keluar dari pekerjaannya setelah sang suami dilantik sebagai Walikota Semarang. Dia memilih menjadi "ibu negara" dan memperjuangkan nasib perempuan dari dalam pemerintahan. Seperti apa kiprahnya?

Edisi Spesial Kartini: Krisseptiana Banyak Perjuangkan Perempuan lewat Kebijakan
Krisseptiana (kanan) menerima penghargaan Swastisaba Wirerda. (Radarsemarang.com)

Inibaru.id - Menjadi istri dari Walikota Semarang Hendrar Prihadi membuat Krisseptiana harus menyesuaikan diri dengan tugas dan jabatan yang diberikan padanya. Sebelumnya, perempuan yang akrab disapa Tia itu adalah pegawai perbankan selama 13 tahun. Tugas sebagai "ibu negara" jelas nggak ada dalam bayangannya.

Namun, keinginan untuk belajar membuat Tia perlahan mulai bisa menjalani peran barunya tersebut. Sebagai istri walikota, dia memegang beberapa peran, di antaranya menjadi Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Semarang, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang, dan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Kota Semarang.

Dalam melakoni perannya yang seabrek itu, ibu tiga anak tersebut tergolong sukses. Seperti ditulis Metrosemarang.com, sejumlah penghargaan bergengsi pernah diterimanya. Sebagai Ketua TP PKK Kota Semarang, Tia pernah diganjar penghargaan Bakti Koperasi dan UKM dari Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Baca juga:
Edisi Spesial Kartini: Triyaningsih Begitu Bangga Nyanyikan "Indonesia Raya"
Edisi Spesial Kartini: Meneladani Dokter Asri, Pemerhati Anak Sindrom Down

PKK Semarang juga melambung namanya selama berada di bawah kepemimpinan Tia. Penghargaan Pakarti Utama I yang diberikan kepada Posyandu Kartini Kelurahan Ngaliyan sebagai perwakilan dari Semarang adalah contohnya. Ibu-ibu PKK itu dengan gigih melakukan pemberdayaan, bimbingan, arahan, dan pendekatan kader Posyandu dan PKK di tingkat bawah di bawah arahan Tia.

Selain aktif dalam pemberdayaan terhadap Posyandu dan PKK di Kota Semarang, dia juga terlihat cukup aktif mendorong pertumbuhan UKM di Kota ATLAS. Mengutip Tribunnews.com, Selasa (17/04/2018), beberapa waktu lalu dia sempat terlihat menghadiri pembukaan De Pastry Homemade di Semarang milik Dewi Puspa Kurnia. Menurutnya, kaum hawa yang terjun ke dunia usaha harus didukung.

Yap, itulah komitmen Tia. Nggak berhenti di situ, sebagai Ketua PPT Seruni yang bergerak dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak berbasis gender, Tia juga aktif melakukan sosialisasi kepada perempuan dan anak-anak di Semarang terkait keberadaan PPT Seruni yang siap mendampingi para korban kekerasan berbasis gender.

Menurut ibu dari Anindya Felita Syariendrar, Arya Nardhana Syariendrar, dan Marsanda Dara Syariendrar ini, komunikasi intensif antara orang tua dan anak menjadi kunci penting dalam mendekatkan hubungan emosional keduanya, sehingga akan meperkecil kesalahpahaman yang berujung pada kekerasan dalam rumah tangga.

Baca juga:
Edisi Spesial Kartini: Anne Avantie, Masyhur Berkat Fokus pada Kebaya
Edisi Spesial Kartini: Menjadi Sosok Perempuan Masa Kini Ala Rerie

Dilansir dari Radarsemarang.com (20/2), data PPT Seruni Kota Semarang menunjukkan ada 281 aduan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masuk pada 2015, 271 aduan pada 2016, dan kembali meningkat menjadi 305 aduan pada 2017. Mayoritas kekerasan terjadi di lingkup rumah tangga.

Tia menjelaskan, selain melakukan pendampingan, PPT Seruni juga melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi pola asuh dalam keluarga untuk membentuk rumah tangga yang jauh dari tindak kekerasan.

Nah, di sinilah Tia mengambil peran. Sebagai istri orang nomor satu di Kota Lunpia, dia tentu punya sejumlah kewenangan di tataran kebijakan. Dalam hal ini, dia adalah salah seorang "pejabat" yang bisa dibilang berhasil.

Sosok inspiratif ini seharusnya bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk kamu, Millens. Spider-man bilang, kekuatan besar membawa tanggung jawab yang besar juga. Bukan begitu? (IB13/E03)