Kreatif Banget, Jeda Untuk Iklim Semarang Gelar Berbagai Kegiatan untuk Kampanye Tahan Laju Perubahan Iklim

Kreatif Banget, Jeda Untuk Iklim Semarang Gelar Berbagai Kegiatan untuk Kampanye Tahan Laju Perubahan Iklim
Workshop ecobrick yang jadi salah satu favorit pengunjung di Jeda Untuk Iklim Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Kota Semarang semakin hari semakin panas saja. Kondisi ini jadi bukti perubahan iklim yang terlampau ekstrim. Karena itu, berbagai organisasi dan komunitas di Semarang nggak tingggal diam lo. Mereka menggelar aksi kreatif untuk mengajak pemerintah dan masyarakat agar lebih mencintai bumi untuk menahan laju perubahan iklim.

Inibaru.id - Perubahan iklim yang semakin hari semakin ekstrem mengundang keprihatinan berbagai organisasi di Kota Semarang. Puluhan aktivis dari berbagai organisasi ini menggelar Jeda Untuk Iklim Semarang pada Minggu (22/9) sore. Kegiatan yang digelar di Taman Indonesia Kaya ini menampilkan berbagai aksi kreatif yang nggak biasa.

Koordinator Jeda Untuk Iklim Semarang, Ellen Nugroho mengatakan laju perubahan iklim yang terlampai ekstrem ini nggak bisa diselesaikan individu-individu atau satu negara saja. “Semangat Semarang dan kota lain sama-sama ingin mengingatkan pemerintah untuk menahan laju kenaikan suhu bumi,” kata Ellen.

Suasana Jeda Untuk Iklim pada Minggu (22/9) di Taman Indonesia Kaya. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Ellen menyadari, di Semarang sendiri kemarau makin panjang dan cuaca makin panas. Curah hujan pun makin sedikit sehingga berakibat pada gagal panen. “Jika kita nggak melakukan sesuatu, tahun 2050 akan sangat kacau situasinya. Sangat buruk!” Kata Direktur EIN Institute ini.

Berbagai karya anak-anak berupa poster juga turut dipamerkan lo. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Hal itu lah yang membuatnya bersama aktivis organisasi lingkungan, orang tua, komunitas parenting, keagamaan, sosial, dan individu berkoalisi menyerukan kepedulian terhadap lingkungan.

Nggak hanya orang dewasa, acara ini juga melibatkan anak-anak untuk turut memberikan sumbangsih lo. Anak-anak yang ikut dalam gerakan ini membuat berbagai poster tentang kondisi bumi saat ini serta menulis surat dan mengirimkannya kepada presiden.

Gerakan Global

Aksi ini merupakan gerakan global yang semula diinisiasi oleh Greta Thunberg, seorang murid SMP di Swedia yang selanjutnya mengajak teman-temannya untuk turun ke jalan. Aksi yang semula hanya diikuti oleh anak-anak ini selanjutnya menjadi gerakan global yang diikuti oleh orang dewasa.

“Mereka (anak-anak) yang akan mewarisi masa depan, mereka protes kenapa diwarisi bumi yang rusak,” kata Ellen.

Pada 20 September lalu, masyarakat di beberapa negara telah turun ke jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap bumi. Eits, Semarang juga nggak mau ketinggalan dong. Nantinya akan ada aksi turun ke jalan pada Jumat (27/9).

“Saya mengajak teman-teman untuk bergabung di aksi Climate Strike pada Jumat pagi pukul 07.00 dengan titik kumpul di Gubernuran,” ajak perempuan 40 tahun ini.

Komunitas Shine yang sedang melayani pengunjung yang antusias bertanya. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Acara Jeda Untuk Iklim Semarang yang digelar hingga malam hari ini menampilkan berbagai acara kreatif seperti workshop, talkshow hingga pertunjukan musik lo, Millens! Berbagai stan yang menampilkan workshop terkait dengan alam dari berbagai komunitas pendukung pun jadi sasaran pengunjung yang datang.

Salah satunya adalah Astiran Sutriana yang datang bersama anaknya. “Bagus banget apalagi untuk edukasi anak-anak. Mereka butuh yang dilihat dicontoh dan dipraktikkan langsung,” katanya sambil mengamati pergerakan anaknya yang berusia 5 tahun.

Menarik banget kan, Millens! Yuk sama-sama tunjukkan kepedulian terhadap bumi! (Zulfa Anisah/E05)