Komunitas Fotografi Semarang (KFS), Wadah Buat Kamu yang Gemar Jeprat-jepret

Komunitas Fotografi Semarang (KFS), Wadah Buat Kamu yang Gemar <em>Jeprat-jepret</em>
KFS dalam acara gathering. (Inibaru.id/ Audrian F)

Mau belajar fotografi tapi minder karena tipe kameramu di bawah rata-rata? Jangan risau, di KFS semua diperlakukan sama.

Inibaru.id ­- Kadang orang enggan belajar ilmu fotografi ke sebuah komunitas lantaran kamera yang dimilikinya nggak oke. Kalau ini yang kamu rasakan, datanglah ke Komunitas Fotografi Semarang (KFS).

Dalam berkegiatan, KFS nggak ingin membeda-bedakan dan menyekat mana fotografer andal atau yang pemula, status sosial atau tipe kamera yang dimiliki. Semuanya sama. Karena itu, KFS memiliki slogan, “KFS is not just about photography but Friendship“. Keren bukan?

Diketuai oleh Andreas Yunis, komunitas ini sudah ada sejak 2007 silam. Biasanya KFS akan hunting foto bareng di tempat-tempat photogenic di Semarang, seperti Kota Lama. Nggak hanya itu, mereka juga menggelar gathering membahas berbagai hal tentang fotografi. Termasuk menginformasikan lomba-lomba fotografi yang diadakan komunitas atau penyelenggara lainnya.

“Terbentuknya KFS ini karena dulu, meskipun masih tahun 2007, fotografi sudah mulai musim. Awalnya masih bersama fotografer.net, kemudian pengin bentuk sendiri dan akhirnya jadilah KFS ini,” ujar Charles Hadi wakil ketua di KFS saat ditemui di acara “Gathering KFS” beberapa waktu yang lalu.

Soal jumlah anggota, Charles mengaku nggak tahu. “Kalau anggota mungkin jika dihitung dari jumlah follower Instagram, jumlahnya sampai ribuan, cuma untuk tepatnya, kami tidak tahu secara benar,” ucap Charles.

Lim Winasdy, salah satu anggota dari KFS yang menjadi juri lomba Salon Foto Indonesia. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Yang dibutuhkan kalau mau gabung di KFS, hanya komitmen saja. Orang-orang yang sering masuk dan keluar udah banyak,” pungkas Charles.

Bertahun-tahun bergeliat di komunitas ini, Charles jadi mengetahui bagaimana dinamika fotografi. Dia mengungkapkan kalau saat ini, animo fotografi semakin tinggi. Nggak cuma fotografer yang fotonya bagus-bagus. Tapi orang-orang biasa pun juga.

“Minatnya semakin tinggi. Apalagi ditambah ada Instagram. Makin tersedia media penunjangnya,” tambah Charles yang kebetulan juga memiliki Kedai Tumpeng di Jalan Pekunden Timur 27, Kota Semarang.

Kalau kamu mau gabung ke Komunitas Fotografi Semarang (KFS) ini, tinggal follow akun Instagram @kfsSemarang. Tunggu saja info soal jadwal hunting bareng. Di akun itu juga KFS akan mengumumkan aneka lomba fotografi dan gathering. Jadi sudah tahu kan ke mana kamu harus berguru? (Audrian F/E05)