Rini Sugianto, Animator Lampung yang Mendunia

Dari dunia arsitektur, Rini Sugianto berkiprah di dunia animasi. Setelah melewati proses panjang, Rini berhasil membuktikan kemampuannya sebagai animator lewat film-film Hollywood populer yang dia garap.

Rini Sugianto, Animator Lampung yang Mendunia
Rini Sugainto. (Voaindonesia.com)

Inibaru.id – Millens, kamu pernah menonton film Hobbit 1, Hobbit 2, Hunger Games: Catching Fire, atau Iron Man 3? Kamu perlu tahu nih, salah seorang sosok di balik film-film tersebut adalah animator Indonesia. Dia adalah Rini Sugianto asal Lampung yang berkiprah di Amerika.

Karier Rini bermula sejak kelulusannya dari Universitas Parahyangan, Bandung, Jawa Barat. Rini yang mengambil jurusan arsitektur sempat mempelajari teknologi digital 3D untuk membuat bangunan. Ketertarikannya pada bidang 3D lantas muncul. Minatnya ini mengantarkannya pada dunia animasi. Rini pun melanjutkan kuliah di Academy of Art University di San Fransisco, Amerika Serikat.

Baca juga:
Raafi dan Supriyatin Sulap Kulit Singkong Jadi Bahan Baku Kendaraan
Angkot Plus Buku-Buku, Cara Inspiratif Sudaryanto Menyenangkan Penumpang

Pada tahun 2005, Rini lulus dan mulai bekerja sebagai character animator. Dia sempat bekerja di studio milik sutradara terkenal Peter Jackson yang bernama Weta Studio di Selandia Baru. Keterlibatannya tertuang dalam film The Avengers, Hunger Games: Catching Fire, dan Iron Man 3. Lalu, Rini juga bergabung dengan Tippet Studio, Berkeley dan ikut menggarap film Ted 2.

Mencintai Proses

Bekerja sebagai animator nggak selalu mudah bagi Rini. Dia paham bahwa seorang animator harus mampu berorientasi pada detail-detail hal di sekitarnya, dan hal tersebut memerlukan proses.

“Waktu belajar dulu, saya tidak pernah memperhatikan, bahwa orang nengok dari kanan ke kiri seperti apa sih? Biasanya cuma kepalanya saja yang nengok. But it’s not like that, yang gerak dulu badannya, baru kepalanya,” jelas Rini, seperti ditulis voaindonesia.com (1/9/2015).

Selain itu, animator ditantang untuk membuat penonton percaya bahwa karakter di dalam film benar-benar hidup. Animator harus menggerakkan karakter sampai penonton nggak bisa membedakan antara peranan aktor dan hasil kreasi CGI.

Mengutip laman daily.oktagon.co.id (10/10/2017), Rini menyatakan bahwa dua hal paling fundamental bagi animator adalah kejelian mata dan sense of timing. Kalau nggak punya dua hal itu, animator nggak bisa menjalankan profesinya dengan baik.

Baca juga:
Widodo, Kepedulian Lingkungan, dan Pemberdayaan Ekonomi Warga
Menghayati Sosok Andri Rizki, Pendiri YPAB yang Sempat Putus Sekolah

Kini, Rini telah menjadi animator senior di Blur Studio, sebuah perusahaan animasi, desain, dan efek visual di Culver City, California. Sekali-sekali, dia juga menjalankan hobi fotografinya bersama sang suami, Brandon Riza. Saat ini, perempuan yang lahir pada 3 Januari 1980 ini tinggal di Orange County, California.

Wah, bravo! Semoga kiprah Rini di dunia animasi terus berkembang, ya. Mau mengikuti jejaknya? (AYU/SA)