Ki Sugino Siswocarito, Lestarikan Wayang Kulit Gagrak Banyumasan dengan Jadi Dalang

Ki Sugino Siswocarito, Lestarikan Wayang Kulit Gagrak Banyumasan dengan Jadi Dalang
Ki Sugino Siswocarito. (Wayangku)

Ki Sugino Siswocarito adalah dalang legendaris dari Banyumas, Jawa Tengah. Sebelum menjadi dalang, Gino menyimpan perjalanan hidup yang nggak mudah. Seperti apa kisahnya?

Inibaru.id – Wayang kulit Gagrak adalah kesenian unik dari daerah Banyumasan. Dibandingkan dengan kesenian wayang di daerah lain, wayang gagrak menampilkan karakter masyarakat Banyumas yang lugas, jujur, dan bebas.

Nah, dari kesenian ini pula, lahirlah nama Ki Sugino Siswocarito. Kendati sudah tutup usia pada 2013 silam, Ki Sugino Siwocarito menjadi dalang legendaris.

Lelaki yang semasa hidupnya akrab disapa Gino ini lahir di Desa Sawangan, Kecamatan Cilongok, Banyumas. Sebelum menjadi dalang, dia pernah meniti karier sebagai pemain ketoprak dan wayang orang. Sayang, profesi ini nggak memberinya banyak uang. Dia lantas beralih menjadi pemain siter.

Kendati penghasilannya nggak menentu, Gino menggunakan waktunya untuk menjelajahi pelbagai daerah di Jawa Barat.

Gino sempat melakukan tapa kungkum setiap malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon di Sungai Trenggulun. Dari hasil bertapa, dia mendapatkan petunjuk untuk menjadi dalang.

Pada 1959, Gino akhirnya melakukan pentas pertamanya. Seiring berjalannya waktu, namanya kian dikenal masyarakat. Selain menjadi dalang, dia juga membuat ratusan cerita wayang dengan tokoh-tokoh seperti Antareja, Abimanyu, dan Wisanggeni.

Nggak cukup dengan cerita wayang saja, Gino juga berkontribusi dengan menghasilkan gending Banyumasan. Gending Banyumasan memiliki irama yang lebih ceria ketimbang gending Surakarta dan Yogyakarta. Kalau kamu rindu menonton aksinya, tengok saja Youtube ya, Millens.

Eh, sebagai penerus bangsa, kamu juga bisa, lo, jadi dalang. Nggak harus jauh-jauh ke Banyumas, cukup jadi dalang untuk kesenian daerahmu saja supaya tetap lestari. Yuk, bangga dengan kesenian sendiri! (IB15/E03)