Kenapa Gaya Hidup Zero Waste Harus Dipilih Milenial?

Kenapa Gaya Hidup Zero Waste Harus Dipilih Milenial?
Selalu membawa peralatan makan minum sendiri adalah bagian dari zero waste. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Resah sama bumi yang makin tercemar Millens? Gaya hidup zero waste bisa jadi alternatif mudah dan murah kalau kamu mau menyelamatkan lingkungan. Kaum milenial kayak kamu bisa banget mempraktikkannya.

Inibaru.id – Kalau kamu biasanya familiar dengan prinsip 3R untuk mengurangi sampah, gaya hidup zero waste mengutamakan prinsip 5R yaitu refuse (menolak), reduce (mengurangi), reuse (memakai ulang), recycle (mendaur ulang), dan root (mengompos).

Menolak artinya menolak setiap penggunaan kantong plastik saat belanja. Sedangkan mengompos adalah langkah terakhir untuk mengolah sampah organik, itu pun kalau sudah kepepet nggak bisa diapa-apain.

Selain itu, Afida Zahara Adzkiya, pegiat lingkungan, mau berbagi kunci utama untuk kamu memulai gaya hidup ramah lingkungan ini. Kunci dalam menjalani gaya hidup ini adalah niat.

“Tanamkan pada diri kita masing-masing kalau kita lebih membutuhkan alam daripada alam membutuhkan kita,” tuturnya dalam keterangan tertulis (10/4).

Gadis yang akrab disapa Fida itu juga mengungkapkan kalau kaum milenial itu nggak melulu tentang teknologi loh. Baginya, kaum milenial harus bisa memanfaatkan teknologi untuk memakmurkan segala yang ada di bumi. Kaum milenial wajib untuk menjaga keberlanjutan alam demi keharmonisan bersama.

"Alam tidak akan mampu untuk terus memenuhi kebutuhan hidup tanpa kita perhatikan keberlanjutannya," ungkapnya.

Peralatan yang bisa dipakai berkali-kali lebih ramah lingkungan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Peralatan yang bisa dipakai berkali-kali lebih ramah lingkungan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Untuk memulai gaya hidup ini, bisa dilakukan oleh siapa saja, tanpa perlu teknologi canggih, dan murah. Selain itu, self branding itu juga penting untuk memulainya.

“Selain kampanye sana-sini ke masyarakat, wajib banget melakukan zero waste self branding,” tambahnya.

Self branding ini bisa dilakukan melalui hal kecil seperti bawa botol minum sendiri, bawa tas belanja ramah lingkungan, bawa alat makan sendiri, sedia wadah kalau beli sesuatu, dan sangu bekal sendiri.

Tapi namanya baru memulai zero waste pasti nggak ada yang sempurna. Ada saja mereka yang sesekali masih “khilaf", tapi Fida berpesan supaya jangan pernah menghakimi mereka yang sudah berusaha.

Zero waste bukanlah tujuan melainkan proses. Sudah berani mencoba dan berkomitmen jauh lebih baik daripada tidak sama sekali,” tambahnya lagi.

Jadi gimana nih Millens? Sudah siap menjalani gaya hidup zero waste? (Julia Dewi Krismayani/E05)

Tags :