Kenalan Sama Wopanco Yuk, Komunitas Pelukis Perempuan Pertama di Semarang

Kenalan Sama Wopanco Yuk, Komunitas Pelukis Perempuan Pertama di Semarang
Woman Painter Community. (Doc. Wopanco)

Membuat komunitas pelukis perempuan memang keberanian dan sebuah tantangan tersendiri. Nggak sekadar untuk ajang berkumpul, tapi juga sarana berbagi skill dan pemberdayaan. Di Semarang wadah itu bernama Woman Painter Community. Hm, seperti apa ya komunitas ini?

Inibaru.id – Painting, Sharing, Empowering” begitulah motto dari Woman Painter Community (Wopanco), sebuah komunitas para pelukis perempuan pertama di Semarang. Sejarah dibentuknya komunitas ini berawal dari inisiatif beberapa perempuan yang memiliki kesamaan minat dan visi untuk membentuk wadah berkembang bersama.

Wopanco pertama kali dibentuk pada 3 November 2018 dengan anggota berjumlah 19 orang. Namun saat ini hanya tinggal 13 saja yang aktif. Pengurangan ini dikarenakan beberapa alasan, seperti terganjal dengan pekerjaan hingga berbeda visi. Uniknya, saat ini anggota yang berkumpul berstatus sebagai Ibu Rumah Tangga yang belajar melukis secara otodidak.

“Kami semua nggak ada yang sekolah seni. Cuma saya nyerempet dikit di arsitektur. Tapi nggak murni. Mbak Irene dosen ekonomi, ada wartawan juga Mbak Intan Esty, ada Mbak Dina juga yang background sama sekali nggak nyambung tapi bisa juga dia menghasilkan karya,” kata Ratri Cipto Hening, ketua Wopanco.

Beragam karya Wopanco. (Doc. Wopanco)

Eits, beragam latar belakang ini membuat karakter dari Wopanco begitu kaya lo. Ada yang karakternya ilustratif, ada yang kartunis, ada yang doodle art, ada yang realis-feminin dengan motif bunga-bunga, hingga ada yang berkarakter spontan dengan ciri goresan yang nggak beraturan.

Para pelukis yang bergabung dalam Wopanco menggunakan media lukis yang beragam juga lo, Millens. Dari kanvas, kain, hingga bahan-bahan dari limbah. Pameran pertama mereka dilakukan di Rumah Popo, Kota Lama, kemudian juga pernah pameran di Sentraland Semarang.

Workshop seputar lukisan menjadi kegiatan Wopanco yang diadakan bekerja sama dengan pihak lain, seperti Tekodeko dan Maerokoco. Untuk kegiatan rutin seperti bulanannya sendiri, Ratri menceritakan belum terbentuk. Kegiatan hanya dilakukan jika para anggota sama-sama ada waktu.

Kegiatan Wopanco. (Doc. Wopanco)

Dalam tahap berkembang, perhatian dari pemerintah daerah sendiri khususnya masih terbatas, Millens. “Kita ini semua biaya sendiri. Iuran atau kita cari dana sendiri. Emang disarankan untuk ikut Kesbanglinmas (Kesejahteraan Pembangunan dan Perlindungan Masyarakat). Belum sampai sana juga,” ujar Ratri.

Kamu sudah cukup mengenal Wopanco kan? Bagi kamu pelukis perempuan pasti ada yang bertanya-tanya di mana sekretariat untuk dikepoin lebih lanjut. Yap, kamu bisa datang ke Jalan Gedung Songo Raya No. 32 Semarang.

Atau kamu juga bisa berkunjung ke salah satu rumah produksi anggota Wopanco bernama Frangipaintnee Handpainted Fabric di Google Map untuk bertanya-tanya lebih lanjut sama ketuanya. Di sana juga ada karya-karya dari anggota Wopanco lain yang bisa kamu kulik. Selamat berkunjung ya. (Isma Swastiningrum/E05)