Kenakan Pakaian Tradisional, Alumnus Sekolah Karangturi Jadi Pusat Perhatian Saat Bagikan Takjil

Kenakan Pakaian Tradisional, Alumnus Sekolah Karangturi Jadi Pusat Perhatian Saat Bagikan Takjil
Peserta dengan pakaian tradisional sedang membagikan takjil pada pengguna jalan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Dengan mengenakan pakaian tradisional, alumnus Sekolah Nasional Karangturi membagikan takjil kepada pengguna jalan yang melintas. Selain ingin menyemarakkan Ramadan, mereka juga ingin merayakan keberagaman di Indonesia, lo!

Inibaru.id - Pemandangan berbeda terlihat di Jl. Raden Patah No. 182 pada Jumat sore (24/5). Nampak beberapa pengendara menghentikan kendaraannya tepat di depan kerumunan. Keramaian yang terjadi tepat di depan Universitas Karangturi ini disebabkan oleh pembagian takjil yang dilakukan oleh puluhan orang yang mengenakan pakaian tradisional.

Puluhan peserta bagi takjil ini menghadang kendaraan yang melintas. Menurut Kong Shantoso, Koordinator alumni Sekolah Nasional Karangturi angkatan 1984, acara ini adalah salah satu agenda bersama teman seangkatan untuk merayakan ulang tahun angkatannya yang ke 35. “Ini merupakan pertama kalinya dia terjun langsung untuk memberikan takjil di jalanan,” kata Kong.

Suasana pembagian takjil di depan Universitas Karangturi pada Jumat (24/5). (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Meskipun peserta bagi takjil ini nggak lagi muda, mereka bersemangat untuk berlarian ke sana ke mari untuk memberikan bungkusan yang berisi takjil lo, Millens! “Usia kami rata-rata sudah 54 tahun,” tutur Kong. Dengan mengenakan pakaian tradisional, peserta bagi takjil sontak menarik perhatian pengendara yang melintas. Menurut Kong, pakaian yang dikenakan peserta bagi takjil ini merepresentasikan berbagai macam agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia.

Meskipun peserta yang didominasi oleh warga Tionghoa yang mengenakan cheongsam, namun beberapa dari mereka mengenakan beberapa baju daerah seperti kebaya Bali, kebaya encim, baju koko, baju lurik, dan lain-lain. “Selain mencerminkan persatuan, dresscode kami juga melambangkan keberagamaan yang ada di Indonesia,” tutur Kong. Menurutnya, acara ini juga merupakan usahanya untuk merajut keberagaman dan toleransi yang dia rayakan dengan cara membagikan takjil kepada umat muslim.

Peserta bagi takjil berfoto bersama seusai acara. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Sekira 250 takjil yang dibagikan sore itu ludes dalam waktu nggak begitu lama. Kong berharap melalui kegiatan ini, dia dan angkatannya bisa berinteraksi dan memberikan kemanfaatan terhadap masyarakat. “Selain itu juga bisa jadi percontohan bagi generasi di bawah kami,” kata Kong. Wah salut banget ya sama mereka! (Zulfa Anisah/E05)