Kejujuran Pendonor Jadi Modal PMI Semarang Cukupi Pasokan Darah saat Pandemi

Kejujuran Pendonor Jadi Modal PMI Semarang Cukupi Pasokan Darah saat Pandemi
Kantung darah. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Pasokan darah yang menurun akibat pandemi bikin PMI Semarang putar otak agar masyarakat tetap mau mendonorkan darah. Lalu protokol kesehatan seperti apa yang diterapkan?

Inibaru.id - Akibat pembatasan sosial dan fisik selama pandemi membuat kekacauan di berbagai bidang. Salah satunya adalah pasokan darah yang terjadi di Palang Merah Indonesia Kota Semarang. Dr Yusti Triwianti, Kepala Bagian pengelolaan Darah PMI Semarang mengatakan bahwa keterbatasan aktivitas masyarakat ini juga mengakibatkan turunnya donor di bank darah untuk wilayah kota Semarang dan juga Jawa Tengah ini.

Yusti mengakan hal ini desebabkan karena beberapa instansi dan lembaga yang rutin mengadakan kegiatan donor darah kini tak lagi berjalan akibat pandemi.

“Biasanya ada pendonor rutin dari perusahaan, kantor pemerintahan, sekolah dan kampus setiap 3 bulan sekali selama pandemi jadi berhenti donor,” tutur Yusti pada Jumat (22/5).

Salah satu event yang digelar untuk memenuhi kebutuhan darah. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Salah satu event yang digelar untuk memenuhi kebutuhan darah. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Akibatnya, pasokan darah di PMI Semarang menurun drastis. Yusti mengatakan setidaknya ada penurunan 30-40 persen pendapatan darah selama pandemi. Padahal setiap harinya PMI butuh sekitar 200 kantong darah untuk didistribusikan ke  rumah sakit di Kota Semarang dan Jawa Tengah.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, selama pandemi Covid-19 dan Ramadan PMI Semarang menggelar berbagai acara donor dengan hadiah berbagai suvenir agar masyarakat tertarik.

“Kalau nggak ada event cuma ada 50-60 kantong per hari. Kalau ada event bisa sampai 700 kantong per hari sehingga memenuhi kebutuhan darah untuk RS dan unit donor darah sekitar.” Tutur Yusti.

Andalkan Kejujuran Pendonor

Pendonor harus jujur tentang kondisinya. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Pendonor harus jujur tentang kondisinya. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Siapapun calon pendonor yang mencukupi syarat bisa menyumbangkan darah lewat PMI Semarang. Namun pada masa pandemi, ada syarat lain yang harus dipenuhi oleh calon pendonor. Syarat tersebut merupakan pengisian formulir screening Covid-19 dan interaksi dengan pasien corona yang harus diisi dengan sebenar-benarnya oleh calon pendonor.

“Kalau kita memang tidak melakukan pemeriksaan covid. Jadi kita mengandalkan kejujuran pendonor. Apakah punya kontak dengan ODP dan positif Covid,” terang Yusti.

Selain memmerhatikan riwayat calon pendonor, PMI Semarang kini juga menerepkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid seperti rajin cuci tangan, jaga jarak serta membekali petugas dengan APD.

Menanggapi kelangkaan darah di masa pandemi dan Ramadan ini, Yusti berharap agar masyarakat bisa bijak memanfaatkan kesempatan ke luar rumah untuk melakukan hal positif seperti donor darah daripada sekadar jalan-jalan. Dia juga berharap agar pandemi segera berakhir sehingga PMI bisa leluasa mencari pendonor ke berbagai tempat.

“Semoga pandemi segera berakhir dan kita bisa leluasa mencari pendonor sehingga bisa mencukupi kebutuhan darah harian RS,” pungkasnya.

Buatmu yang pengin melakukan kebaikan pada masa pandemi, yuk donor darah! (Zulfa Anisah/E05)