Kado Hardiknas untuk Lele

Kado Hardiknas untuk Lele
Lele ketika mewakili Undip mengikuti Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa se-Indonesia 2018. (Dok. Pribadi)

Masih ingat Leony Sondang Suryani, driver ojek viral yang lulus Agustus lalu dari Undip dengan predikat cumlaude? Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, dia mendapat kejutan dari Gojek berupa beasiswa S2. Yuk, intip curahan hati Leony alias Lele.

Inibaru.id- "Tuhan saya ga mau jalan yang mudah, saya mau kaki yang kuat untuk berjalan di jalan seperti apapun yang Tuhan kasih." Begitulah sepenggal caption Leony Sondang Suryani yang akrab disapa Lele ketika memposting foto wisudanya yang kemudian viral.

Ya jalannya memang nggak mudah untuk mewujudkan cita-citanya. Ngojek, kuliah, aktif kegiatan debat mahasiswa sampai lulus tepat waktu dengan status cumlaude adalah pencapaian yang sangat disyukurinya. 

Hari ini bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020, Lele memperoleh kabar baik. Dia lulus seleksi mahasiswa Magister Ilmu Hukum (MIH) Undip dan akan di-support oleh Gojek untuk mengejar pendidikannya. 

"Saya sudah nggak mau memberatkan orang tua. Makanya saya nanti akan tetap ngojek," ungkapnya ketika dihubungi via sambungan whatsapp, Sabtu (2/5). 

Alasannya tetap narik ojek karena butuh kerja yang fleksibel. Dengan begitu, rencananya untuk bergabung dalam penelitian dosen dan kegiatan akademik lainnya selama studi S2 bisa tetap jalan. Hm, oke banget ya strateginya?

Gadis kelahiran Bogor ini mantap mengambil jurusan Hukum Internasional. Sementara untuk tema yang ingin dikaji nggak jauh-jauh dari tema skripsi S1-nya yaitu kesetaraan gender. 

"Itu isu yang sebenarnya sering diabaikan di tengah masyarakat padahal itu penting. Perempuan masih aja dipaksa oleh budaya untuk berada di belakang. Cuma jadi manusia nomer dua," ujarnya. 

Predikat anak sulung membuat Lele tumbuh jadi sosok mandiri. (Dok. Pribadi)<br>
Predikat anak sulung membuat Lele tumbuh jadi sosok mandiri. (Dok. Pribadi)

Baginya kemandirian harus dimiliki perempuan. Lele sendiri belajar mandiri dari ibunya. Sejak kecil sudah terbiasa melakukan semua sendiri mengikuti orang tuanya yang bekerja berpindah-pindah.

Pernah Lele tinggal di sebuah perkampungan terpencil di Batam, dia mesti naik angkot menuju sekolah namun sebelum itu harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer menuju jalan besar. Lele masih SD waktu itu.

Nggak hanya itu, Lele bahkan menceritakan ketika SMP sudah bisa dibiarkan membetulkan pipa, memasang ubin dan mengecat rumah. 

"Aku memang gitu sih ya. Kalau bisa aku kerjakan sendiri ya sudah aku beresin sendiri," terangnya lagi.

Mendengar Lele memperoleh kesempatan mengejar pendidikan lebih tinggi, orang tuanya yang saat ini tinggal di Bogor hanya berpesan agar dia selalu hati-hati dan terus melakukan yang terbaik. 

Saat ini sambil menunggu perkuliahan aktif Agustus nanti, Lele menyibukkan diri dengan ikut penelitian dosen. Karena ruang gerak ngojek masih terbatas di tengah pandemi, dia juga bekerja sebagai call center di sebuah bank swasta. 

Gimana, Millens, kisahnya sangat menginspirasi ya? Selamat Hari Pendidikan Nasional. (Issahani/E05)