Jadi Oleh-oleh Semarang, Ini Kisah Sukses Bandeng Juwana Elrina

Jadi Oleh-oleh Semarang, Ini Kisah Sukses Bandeng Juwana Elrina
Bandeng Juwana Elrina kini jadi salah satu oleh-oleh Semarang paling populer. (Bandeng Juwana Elrina)

Salah satu oleh-oleh Semarang paling populer adalah bandeng presto atau bandeng duri lunak. Nah, salah satu toko penjualnya yang paling populer adalah Bandeng Juwana Elrina. Yuk simak kisah suksesnya, Millens.

Inibaru.id – Bicara soal oleh-oleh Semarang, pasti yang terpikir adalah bandeng presto. Nah, salah satu penjual bandeng presto yang paling sering diburu para pelancong yang datang ke Ibu Kota Jawa Tengah ini adalah Bandeng Juwana Elrina. Hm, jadi penasaran ya seperti apa sih rahasia suksesnya sampai jadi salah satu ikon oleh-oleh kota ini?

Semarang termasuk dalam kota yang kaya akan kuliner khasnya. Kalau urusan oleh-oleh, yang populer biasanya sih tiga ini Millens; wingko babat, lumpia, dan bandeng presto. Khusus yang terakhir, biasanya dicari di Jalan Pandanaran yang ada di pusat kota.

Omong-omong ya, Millens, Bandeng Juwana Elrina ini mulai berjualan pada 3 Januari 1981. Yang mendirikannya adalah Dokter Daniel Nugroho Setiabudhi. Pada masa itu, bandeng presto alias bandeng duri lunak memang mulai booming di Kota Atlas.

Sebelum memutuskan untuk membuka bisnis, Daniel melakukan banyak uji coba dalam setahun untuk menemukan bandeng duri lunak terbaik yang bisa dijual.

Yang menarik, setiap kali mencoba membuat resep bandeng duri lunak dengan pressure cooker, dia langsung meminta teman-temannya mencobanya untuk mengetahui apa pendapat mereka.

Toko Bandeng Juwana Elrina di Jalan Pandanaran Semarang. (TripAdvisor)
Toko Bandeng Juwana Elrina di Jalan Pandanaran Semarang. (TripAdvisor)

Begitu menemukan bandeng terbaik dan dianggap bakal disukai banyak orang, Daniel sebenarnya hanya berjualan di depan rumah. Saat itu, Daniel sebenarnya hanya ingin mendapatkan uang tambahan demi memastikan anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan dengan baik.

“Pada awalnya ayah ingin membuka toko roti, tapi terkendala modal. Nah, saat itu bisnis olahan ikan bandeng sedang digemari di Semarang. Tercetuslah ide membuat produk ikan bandeng duri lunak yang diracik dengan resep keluarga,” jelas anak Daniel yang kini jadi Direktur Utama PT Bandeng Juwana meneruskan usaha ayahnya, Arif Honggowijoyo Kusmadi.

Usaha Bandeng Juwana Elrina sukses besar dan terus berkembang. Kini, tokonya bahkan sampai ada empat di Kota Semarang saja. Saking populernya bandeng presto dari toko ini, wisatawan lokal dan mancanegara banyak yang menjadikannya oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Kini, setidaknya ada 70 varian bandeng duri lunak yang dijual di Bandeng Juwana Elrina. Yang populer adalah Bandeng Duri Lunak, Bandeng Pepes, dan Bandeng Dalam Sangkar. Ada juga inovasi olahan lain seperti Otak-otak Bandeng, Millens.

Omong-omong, sudah pernah nyoba bandeng presto dari Bandeng Juwana Elrina belum, nih, Millens? (Cnn/IB09/E05)