Iwing Setyowati, Ibu Rumah Tangga Beromzet Puluhan Juta

Ibu rumah tangga zaman now nggak cuma bisa berdiam diri di rumah saja. Mereka juga bisa menghasilkan omzet puluhan juta rupiah dan membuat asap dapur tetap ngepul.

Iwing Setyowati, Ibu Rumah Tangga Beromzet Puluhan Juta
Iwing Setyowati (kompas.com)

Inibaru.id – Siapa bilang ibu rumah tangga hanya bisa mengurus keperluan rumah saja?  Mereka juga bisa berkreasi dan memiliki penghasilan sendiri. Hebatnya lagi, mereka juga bisa membuka lapangan pekerjaan buat orang lain.  Salah seorang di antaranya Iwing Setyowati. Wanita 43 tahun asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang itu merupakan produsen berbagai kerajinan batik khas Magelang. Omzetnya mencapai puluhan juta per bulan lo. Wow!

Melansir laman Kompas.com (27/4/18), semangat Iwing muncul saat dia mengikuti pelatihan membatik yang diadakan Dinas Tenaga Kerja Magelang pada 2011. Dia semakin tertantang untuk mengembangkan kemampuannya meski saat itu masih berstatus sebagai karyawan.

Semangat Iwing semakin meningkat saat melihat anaknya yang masih kecil butuh perhatian lebih dari seorang ibu. Yap, sebagai karyawan Iwing memang lebih banyak meninggalkan anak-anaknya dalam pengawasan pengasuh.

“Dari situ saya berpikir untuk merawat anak sendiri tapi tetap menghasilkan uang. Batik menjadi pilihan saya saat itu. Saya mantap berhenti jadi karyawan dan mulai berwirausaha,” ucap Iwing pada Kompas.com.

Pada 2012 Iwing mengajukan proposal ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magelang. Proposal itu berisi program pelatihan dan bantuan alat rumah tangga. Beruntung bagi Iwing, proposalnya disetujui. Dia pun mendapat pelatihan kembali dan beragam peralatan membatik seperti ditulis Metrojateng.com (30/4/18).

Dengan modal Rp 300 ribu, Iwing membeli bahan-bahan untuk membatik seperti kain mori. Batik pertama yang dia buat bermotif khas Magelang seperti mantiasih, water toren, dan kebon polo.

Awalnya Iwing memproduksi batik seorang diri. Tapi kini dia sudah punya sembilan orang karyawan lo. Mereka adalah saudara dan tetangga sekitar rumah Iwing. Wah, Iwing berhasil membuka lapangan pekerjaan buat orang lain nih.

Terus Berinovasi

Perlahan tapi pasti, batik yang diberi label Batik Iwing itu mendapat tempat di pasaran khususnya pencinta batik lokal. Bahkan setiap bulan Iwing rutin mengirim batik produksinya ke Tangerang dan Padang. Tapi Iwing nggak lekas puas.

Dia tetap berinovasi dan menciptakan motif-motif baru khas Magelang. Sebut saja motif kupat tahu, sejuta bunga, gladiool, cempaka, lidah api, dan daun suruh. Tiga di antaranya yakni kupat tahu, sejuta bunga, dan cempaka sudah dia patenkan lo.

Harapan Iwing, dalam setahun dia bisa rutin membuat tiga motif baru. Pantang menyerah banget, ya! Nah, ibu rumah tangga juga bisa berdikari kan? Yuk, jangan ragu untuk keluar dari zona nyaman. (IB10/E05)