Inilah Lima Anak Muda Pengharum Bangsa

Tak bisa dibantah: apa yang telah dilakukan kelima anak muda ini patut diikuti.

Inilah Lima Anak Muda Pengharum Bangsa
Ananda Marrisya (IDN Times).

Inibaru.id – Sudah sama-sama kita aku, banyak anak muda menorehkan prestasi dan mengharumkan nama bangsa. Mereka orang-orang yang pantas diikuti kiprahnya.

IDN Times (28/10/2017) melansir lima nama anak muda yang telah berprestasi di kancah internasional dan membawa kebanggaan kita di mata dunia.

Baca juga:
Dirikan Rumah Denim Tanpa Diketahui Orang Tua
Lelaki 1000 Janda: Menafkahi Tanpa Harus Menikahi

1. Fatimah Zahratunisa

 

(unpad.co.id)

Cewek penyuka lagu-lagu anime ini mengharumkan Indonesia sebagai pemenang ajang pencarian bakat terkenal di Jepang. Semua berawal ketika dia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi pertukaran pelajar di Jepang. Sempat tertunda karena ayahnya meninggal dan harus pulang, Fatimah kembali memutuskan melanjutkan studinya.

Saat melanjutkan studi itulah dia tertarik untuk mengikuti lomba menyanyi di stasiun televisi NHK, yakni Nodojiman The World. Berkat suaranya yang merdu dan keahliannya menyanyikan lagu anime, ia menjadi pemenang di Nodojiman pada tahun 2015.

 

 2. Glindra Patricia

 

Glindra Patricia Legawa dan Melyn Cecilia Legawa (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

 

Glindra adalah atlet muda Indonesia peraih medali perunggu untuk cabang polo air SEA Games 2017. Hasil ini merupakan proses dari latihannya yang konsisten, enam jam dalam enam hari setiap minggunya selama enam tahun. Pengorbanan dan dedikasinya itu diganjar dengan prestasi yang dia peroleh.

 

3. Wregas Bhanuteja

 

(beritagar.id)

Festival Film Cannes (FFC) adalah salah satu penghargaan film bergengsi dalam dunia film. Pada ajang bergengsi itu Wregas Bhanuteja yang berhasil memenangkan kategori Semaine de la Critique di FFC untuk film pendeknya yang berjudul Prenjak (In the Year of Monkey).

 

4. Yohanes

 

(aniberta.com)

Semangatnya untuk memajukan petani di Indonesia adalah alasan mengapa Yohanes membuat aplikasi bernama Crowde. Lewat Crowde, para petani di Indonesia dapat dipertemukan dengan  para calon investor. Awalnya banyak kendala dihadapi Yohanes dalam mengembangkan Crowde. Sebagai contoh, dia pernah dituduh menawarkan investasi bodong karena petani masih banyak yang belum familiar dengan teknologi yang ditawarkan.

Tak berhenti berjuang, kini akhirnya Crowde memiliki investor sebanyak 8.000 orang. Yohanes pun bisa mengembangkan Crowde ke seluruh Indonesia. Ini membuat mimpi Yohanes untuk merevolusi industri pertanian di Indonesia jadi selangkah lebih maju.

 

5. Ananda Marrisya

 

(IDN Times)

Di Indonesia, minat baca masyarakat boleh dibilang terhitung rendah. Hal itu yang menggerakkan Ananda Marrisya untuk membuat anak muda Indonesia makin gemar membaca. Dia sadar bahwa kunci kemajuan sebuah bangsa adalah dengan membaca.

Kemudian ia pun membuat Rubrik Indonesia, di mana kita bisa menyewa buku secara daring. Bahkan, dia juga bekerja sama dengan beberapa kafe untuk membuka pop up library untuk pengunjung.  (EBC/SA)