Ninin Si Perempuan Terkaya di Indonesia

Buah nggak jatuh jauh dari pohon. Arini anak pengusaha, maka dia pun jadi pengusaha. Ups, ungkapan itu pas tapi nggak tepat. Kenapa?

Ninin Si Perempuan Terkaya di Indonesia
Keceriaan Arini Subianto (Facebook/Arini Subianto)

Inibaru.id - Menempati peringkat ke 37 dari 50 daftar orang terkaya di Indonesia tahun 2017, Arini Subianto menjadi perempuan terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes. Perempuan yang akrab disapa Ninin itu berhasil mengalah pesaingnya yang mayoritas laki-laki. Sebuah prestasi yang membanggakan tentunya. Namun, dari manakah ia mendapatkan seluruh kekayaannya tersebut?

Memiliki total kekayaan 820 juta dolar AS atau sekitar Rp 11,07 triliun, sebagian kekayaannya berasal dari usaha minyak sawit dan sektor pertambangan. Oya, Ninin ini Putri Benny Subianto, salah seorang pengusaha besar Indonesia. Ninin kini juga menjabat Presiden Direktur PT Tri Nur Cakrawala, PT Pandu Alam Persada, dan PT Persada Capital Investama.

Sobat Millens, sebelum menjadi Presiden Direktur, Ninin sudah punya usaha sendiri berupa toko buku dan furnitur. Menjadi sosialita terkemuka, Arini sendiri dikenal karena kecintaannya pada buku dan cendera mata. Dia bahkan sudah gemar membaca sejak kecil.

Baca juga:
Tara Adia, Lebih dari Sekadar Penyanyi
Kamila Andini Tak Ingin Jadi Bayangan Garin Nugroho

Ninin pada awalnya hanya membuka toko hadiah dan furnitur di Jakarta pada 2001. Nggak lama berselang, tepatnya dua tahun kemudian, dia menggabungkan tokonya dengan toko buku Aksara milik teman sekolahnya, Winfred Hutabarat. Menjual berbagai koleksi buku impor, produk digital, dan sejumlah pernik suvenir, toko buku Aksara kini memiliki tiga lokasi di Jakarta.

Jika bisnis toko buku berasal dari kegemarannya membaca sejak kecil, maka usaha furnitur bermula dari kegemarannya menggambar. Ninin menyukai desain, terutama desain interior, meskipun nggak pernah menekuni bidang ini secara formal. Bahkan anak sulung dari tiga bersaudara perempuan ini lebih memilih kuliah di Parsons The New School for Design, sekolah yang telah melahirkan beberapa nama besar di bidang mode busana.

Seusai lulus kuliah dan kembali ke Jakarta, alih-alih membuka bisnis di dunia mode, Arini justru memilih berbisnis furnitur. Nggak sekadar membuka toko furnitur saja, namun juga termasuk memproduksi sendiri barang yang dijual di tokonya.  Ia pun menerapkan ilmu mendesain busana untuk mendesain interior Aksara.

Baca juga:
Kampanye Tolak Kantong Plastik, Dua Remaja Bali Ini Mendapat Penghargaan di Jerman
Livi Zheng Jadi Kepala Juri Southeast Asia Prix Jeunesse

Well, sepertinya buah memang nggak jauh dari pohonnya. Mengikuti jejak sang ayah, Arini pun menjadi salah seorang pengusaha sukses di Indonesia. (ALE/SA)