Paduan Budaya Bangsa dan Nilai Islam dalam Batik Sogan Karya Iffah Maria Dewi

Paduan Budaya Bangsa dan Nilai Islam dalam Batik Sogan Karya Iffah Maria Dewi
Iffah Maria Dewi (kanan) (Brilio)

Memadukan budaya Indonesia dengan nilai-nilai Islam dalam sebuah karya busana merupakan ide cemerlang dari Iffah Maria Dewi. Karya-karyanya yang khas tersebut pernah tampil di beberapa acara dan menjadi perbincangan para pemerhati fesyen. Seperti apa kisah lengkapnya?

Inibaru.id – Sosok inspiratif kali ini membahas Iffa Maria Dewi. Dia adalah Creative Director Sogan Batik Rejodani. Wanita kelahiran 19 April 1982 ini menekuni usaha di bidang fesyen dengan memadukan unsur budaya Indonesia di dalam karya ciptaanya. Wah seperti apa ya bentuknya?

Melansir Republika.co.id (03/10/2017), Iffah selalu memadukan sentuhan-sentuhan budaya dan Islami dalam busana yang dibuatnya. Batik yang menjadi salah satu ciri budaya rakyat Indonesia, dia padukan dengan nilai-nilai Islam seperti kisah dan sejarah Islam baik di Indonesia maupun di dunia.

Hasil karyanya sempat tampil di beberapa kesempatan seperti di Jogja Fashion Week 2016 dan juga di peringatan Hari Batik Nasional. Beberapa koleksinya yang dikenal antara lain Jaziratul Muluk, Pathok Nagari dan kisah raja-raja menunaikan Ibadah haji.

Pathok Nagari merupakan kisah lima masjid yang ada di DIY, dan merupakan tiangnya Kesultanan Ngayogyakarta. Sedangkan kisah raja-raja menunaikan ibadah haji, dia tuangkan lewat gambar-gambar aksara jawa dalam batik ciptaanya.

Founder Jogja Muslimah Preneur ini berharap, selain untuk menutup aurat, pemakai busana Iffah dapat mengerti makna dari motif-motif yang ada di busana yang mereka kenakan.

Karya-karya Iffah memang penuh dengan makna. Mulai dari rukun Islam, rukun iman, serta perintah salat dia aplikasikan dalam goresan aksara jawa dalam batik dan karya busananya.

Mempekerjakan Kaum Difabel

Tempat produksi Batik Sogan. (aidacht.com)

Nggak hanya menjadi pelestari budaya batik dan Islam, ibu dua orang anak ini juga memiliki jiwa sosial yang tinggi, lo. Melansir laman Steemit.com, Iffah juga mempekerjakan puluhan difabel untuk bekerja di usahanya.

Jika pengusaha lain lebih menginginkan pekerja yang sehat secara fisik dan mental, nampaknya Iffah sedikit berbeda. Dia memberi kesempatan kepada penyandang disabilitas baik itu cacat tubuh, tuli, bisu sebagai pekerjanya. Ada yang bekerja sebagai penjahit, pembatik, bahkan supervisor, lo.

Program ini sudah dia mulai sejak 2009. Dari yang awalnya hanya 3 orang difabel, kini Iffah sudah mempekerjakan 20 orang difabel. Iffah membuktikan nggak ada masalah produksi. Dia mampu memproduksi 1.000-2.000 potong pakaian per bulan.

Wah, semangat Iffah dalam memadukan budaya Indonesia dan nilai-nilai Islam patut kita teladani ya, Millens. Jiwa sosialnya juga perlu kita contoh nih. Semoga usaha Iffah Maria Dewi bisa semakin sukses. (IB13/E05)