Mengenal Herjun, Si Pembalap Cilik Peraih Podium Kedua di Ajang TTC

Mengenal Herjun, Si Pembalap Cilik Peraih Podium Kedua di Ajang TTC
Herjun Atna Firdaus. (motoraceid.com)

Hobby balap sejak kecil, rupanya berhasil mengantarkan Herjun menjadi pembalap cilik hingga ke luar negeri. Berikut kisahnya.

Inibaru.id – Masih berusia muda, tetapi Herjun Atna Firdaus sudah berhasil mengharumkan nama bangsa. Dirinya berhasil meraih podium kedua di ajang Thailand Talent Cup (TTC) 2018, sehingga bendera merah putih bisa berkibar di Sirkuit Internasional Chang di Kota Buriram, Thailand pada Minggu (15/7/2018) lalu.

Di sirkuit, Herjun bersaing dengan para pembalap muda dari negara-negara tetangga seperti India, Vietnam, Filipina, dan pembalap tuan rumah Thailand. Namun, dia berhasil mengatasinya dan mampu naik podium. Dia berhasil menjadi juara pertama di race ke-1 dan menjadi juara ketiga di race ke-2 dengan menunggangi NSF 250 CC.

Lahir di Pati, 20 Juni 2004, nama Herjun Atna Firdaus melejit menjadi seorang pembalap cilik. Pembalap binaan WH19 Racing School di Ciamis ini, sejak kecil memang sudah mengenal dunia balap. Hingga menginjak usia 14 tahun dan masih duduk di bangku kelas IX SMP, Herjun sudah terkenal di dunia balap. Di kancah nasional, Herjun memimpin klasemen kejurnas Moto Prix Pemula AMP 4. Keren ya?

Dirinya mengaku, sejak kecil sering menonton balapan. Memasuki sekolah khusus balap, Herjun juga kerap mengikuti kejuaraan balap hingga kota sekitar seperti Jepara, Blora, Rambang, dan kota-kota lainnya.

”Saya akrab dengan sirkuit sejak kecil. Bahkan ketertarikan saya di dunia balap sebab paman juga pembalap,” kata Herjun yang saat itu mengikuti kejuaraan di Thailand memakai bendera Astra Motor Racing Team, seperti ditulis Jawapos.com, Kamis (16/7/2018).

Kesulitan Membagi Waktu

Membagi waktu antara sekolah dan latihan memang nggak mudah, Millens. Inilah yang dirasakan Herju. Dalam sepekan dia harus berlatih sebanyak 3-4 kali bersama klubnya di Ciamis. Meski sedikit kesulitan membagi waktu, dia tetap berusaha mengimbangi keduanya. Herju bersyukur karena guru di sekolahnya memaklumi profesinya sebagai atlet.

”Latihan sangat disiplin. Karena fokus mencetak pembalap andal. Bahkan sampai menguras tenaga, karena sudah senang hal tersebut tak menjadi beban lagi,” katanya.

Selain dituntut untuk terus mengasah kemampuan dan giat berlatih menunggangi motornya, Herjun sendiri memiliki harapan besar agar kelak bisa naik ke jenjang balapan yang lebih tinggi.

”Bukan tidak mungkin tampil di ajang balapan motor paling bergengsi juga menjadi impian saya,” harap Herjun yang kelak ingin tampil di Moto GP ajang balap paling bergengsi. Wah, semoga tercapai ya, Herjun! (IB07/E05)