Galang Dana di Tengah Wabah, Hema Label Merilis Album Terbaru Tomy Herseta

Galang Dana di Tengah Wabah, Hema Label Merilis Album Terbaru Tomy Herseta
Album Fragments: Selected Soundtrack 2014-2019 bisa diakses melalui situs Hemalabel.bandcamp.com. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Untuk membantu sesama di lingkungan sekitarnya, Tomy Herseta menggalang dana lewat album baru yang dirilis melalui Hema Label.

Inibaru.id – Penggalangan dana dan bantuan marak terjadi selama wabah Covid-19 ini. Mulai dari galang dana di Kitabisa.com, bantuan yang dilakukan perseorangan, hingga inisiatif kelompok mewarnai media sosial kita. Nggak cuman itu, Millens, beberapa label rekaman independen juga menjual rilisan barunya untuk membagikan bantuan. Salah satunya adalah Hema Label asal Bali.

Label rekaman yang awalnya berdiri di Solo ini merilis album baru Tomy Herseta berjudul Fragments (Selected Soundtrack 2014-2019. Album yang dirilis dalam format CD-R dan bentuk digital di situs toko musik digital Bandcamp.com ini berisi karya-karya musik Tomy Herseta.

Tomy Herseta sendiri adalah seorang desainer grafis lulusan Desain Interior Institut Teknologi Bandung dan sedang studi S2 di University of the Art Utrech (HKU), Belanda. Di sela kesibukannya menjadi desainer, dia membuat musik.

Bagus Purwoko, pendiri dan pengelola Hema Label, mengatakan bahwa album ini sudah direncanakan sejak awal tahun 2020. Lalu pada bulan Maret kemarin, Tomy menghubungi Bagus agar albumnya dijadikan produk penggalangan dana. Hasil penjualan album ini nantinya akan dibelikan hand sanitizer dan pamflet penyuluhan perihal pencegahan Covid-19.

Semua itu akan didistribusikan ke warga di Desa Karanggayam, Sitimulyo, Bantul, Yogyakarta, tempat Tomy Herseta dan keluarganya tinggal. Bagus menyetujui ide tersebut karena dia menurutnya itu bisa langsung membantu orang-orang yang memang ada di sekitarnya.

“Impaknya langsung, yaitu orang di sekitar kita. Proses pendistribusiannya pun dibantu oleh keluarga Tomy Herseta,” tulis Bagus melalui surat elektronik, Kamis (16/4).

Tomy Herseta mendesain sendiri pamflet penyuluhan kesehatan dan bisa diunduh secara bebas. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)
Tomy Herseta mendesain sendiri pamflet penyuluhan kesehatan dan bisa diunduh secara bebas. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Pre-order album ini dibuka dari 7-15 April 2020. Dari akun instagram @tomyherseta sudah terlihat beberapa hand sanitizer sudah siap untuk dibagikan. Desain pamflet penyuluhan sendiri disebar secara gratis oleh Tomy Herseta dan siapapun boleh mencetak dan menyebarkan sendiri.

Karena album ini sudah dipersiapkan sejak lama, proses pengerjaannya pun tidak terlalu rumit meski berada di tengah wabah. Proses rekaman lagu, mixing, dan mastering lagu. Kesulitan yang didapat adalah proses cetak CD dan packaging CD seperti kontrol ukuran, warna, dan presisi atau nggaknya hasil cetak yang membutuhkan pekerjaan di luar rumah.

“Beberapa proses cetak CD terhambat menurut saya, karena harus mengontrol langsung supaya hasilnya sesuai dengan apa yang kita inginkan,” tambah Bagus.

Meski masa pre-order sudah selesai, Hema Label menyatakan masih ada beberapa keping CD yang bisa dibeli atau kamu beli secara digital di Hemalabel.bandcamp.com. Kamu kamu tertarik, kamu bisa kunjungi Hemalabel.org, Millens. (Gregorius Manurung/E05)