FH President University Unjuk Gigi dalam Business Law Competition 2017

President University yang masih berusia belasan tahun mampu bersaing dengan universitas ternama dan legendaris dalam Business Law Competition 2017.

FH President University Unjuk Gigi dalam Business Law Competition 2017
Tim FH President University peserta ajang Business Law Competition 2017 (Liputan6.com)

Inibaru.id- President University (PU) atau Universitas Presiden yang berada Jababeka Education Park Cikarang, Jabar yang masih berusia belasan tahun mampu unjuk gigi di hadapan banyak universitas ternama dan legendaris dalam ajang Business Law Competition 2017 Piala Hafni Sjahruddin.

Event kedelapan yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas pada 20 - 25 September 2017 ini bertemakan "The Growth of Aviation Industry in the Eyes of Business Law".  Diikuti 99 universitas dari seluruh Indonesia, PU mampu bersaing dengan univeristas kenamaaan antara lain UGM, UNDIP, UIN, Trisakti, Binus, UPH, UNS dan Untar.

Dari empat kompetisi yang dipertandingkan yaitu, Battle of Brains, Legal Opinion, Contract Drafting, dan Law Debate, PU menjadi runner-up untuk kompetisi Battle of Brains. Tim PU terdiri atas tiga mahasiswa Fakultas Hukum (FH), yaitu Selly Marcelina, Suherlin dan Wiwin Widianingsih dari angkatan 2015.

Baca juga: Doktor Biologi Laut Undip Wakili Indonesia Dalam Kompetisi Internasional MT180

“Kompetisi ini dibagi dalam tiga babak, yaitu babak penyisihan yang terbagi menjadi tiga kelompok, dari setiap kelompok diambil dua delegasi. Babak semi final terdapat tiga kelompok dan dalam kelompok tersebut terdapat dua delegasi yang bertanding, kemudian dipilih satu delegasi untuk maju ke babak final. Pada babak final, mengambil satu delegasi dari setiap kelompok dan dipilih Juara 1, Juara 2 dan Juara 3. Kami bersyukur bisa masuk final dan menjadi Juara 2,” ujar Selly Marcelina seperti dilansir Liputan6.com  (5/10/2017).

Sementara itu Suherlin, Ketua PUMA Law (President University Major Association), menambahkan bahwa timnya mempelajari peraturan tentang penerbangan.

“Di antara semua peraturan tersebut, kami memilih beberapa yang kami anggap penting. Setelah itu, semua peraturan yang sudah kami pilih, kami bagi menjadi tiga. Masing-masing dari kami mendapat porsi yang sama untuk mempelajari peraturan-peraturan tersebut,” ucap Suherlin.

Baca juga: Salut! Indonesia Jawara Animasi Asia Pasifik

Wiwin Widianingsih, gadis kelahiran Banyumas 21 tahun yang lalu, mengucapkan terima kasih kepada Program Studi (Prodi) Hukum PU yang membantu melalui pengajuan biaya, doa, serta dukungan langsung dengan menghadiri kompetisi.

“Tingkat persaingan kompetisi ini sangat sengit karena semua peserta sudah mempersiapkan diri. Bahkan, tahun lalu Tim President University belum berhasil, dan tahun ini meraih Runner Up sudah sangat membanggakan buat kami,” kata Bendahara PUMA Law tersebut.

Keberhasilan sebagai jawara dalam Business Law Competition 2017 mendorong mereka bertiga ingin terus mengikuti kompetisi, bahkan hingga tingkat internasional. Kepercayaan diri ini muncul karena di universitas mereka digunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam perkuliahan. (PA/SA)