Ershad, Sosok di Balik Popularitas Mijen Sebagai Sentra Logam
Ershad, memberdayakan masyarakat Desa Mijen dengan pengolahan logam bekas sejak 2016. (Inibaru.id/ Audrian F)

Ershad, Sosok di Balik Popularitas Mijen Sebagai Sentra Logam

Sebelum berkutat dengan logam bekas, Ershad adalah seorang pilot. Namun semenjak menikah dengan Citra Prabastari, perempuan dari Desa Mijen, dia banting stir menjadi pengusaha di desa istrinya tersebut. Yang bikin salut, dia juga memberdayakan masyarakat desa. Berkat dia, Desa Mijen dikenal sebagai Sentra Logam.

Inibaru.id - Meski darahnya nggak tumpah di tanah Mijen ketika dilahirkan, nggak lantas membuat Ershad abai pada desa ini.

Berawal dari menikahi seorang gadis yang berasal dari Desa Mijen Barat, Kebonagung, Kabupaten Demak, yaitu Citra Prabastari, dia memberdayakan warga kampung tempat tinggal istrinya tersebut. Dengan merangkul masyarakat setempat, Ershad membuat pengolahan industri rumahan yang berbahan baku logam.

“Awalnya saya cukup prihatin dengan keadaan ekonomi masyarakat desa tersebut. Kalau saya kasih uang mungkin bisa saja, tapi kan nggak lama mungkin akan habis. Tapi kalau saya kasih skill, itu bisa digunakan sampai kapan saja,” ujar Ershad saat datang ke kantor Inibaru.id pada Jumat (10/1) sore.

Desa Mijen, Kebon Agung, Kabupaten Demak, yang sudah menjadi sentra logam. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Desa Mijen, Kebon Agung, Kabupaten Demak, yang sudah menjadi sentra logam. (Inibaru.id/ Audrian F)

Logam tersebut rata-rata dia dapatkan dari barang-barang bekas. Saya nggak menyangka kalau tembaga lilitan kabel dan lempengan logam bekas papan banner bisa dimanfaatkan menjadi perhiasan cantik dan tampak mewah. O ya, jangan dikira Ershad punya skill pengrajin. Dalam mengajari masyarakat Desa Mijen, Ershad membawa pengrajin logam dari Yogyakarta dan Bali.

“Mereka saya ajak ke rumah saya. Saya bawakan pengrajin aslinya untuk melakukan pelatihan. Seiring berjalannya waktu saya belikan alat-alatnya, mereka bisa melakukannya sendiri . Setelah itu mereka secara mandiri membuat pembuatan logam sendiri di rumah masing-masing. Tidak cuma perhiasan saja tapi peralatan logam yang lain seperti peralatan rumah tangga,” tambahnya.

Mungkin kamu akan mengira Ershad memiliki latar dunia bisnis, namun itu salah. Sebelum menggerakkan roda ekonomi masyarakat Desa Mijen, Ershad merupakan seorang pilot salah satu maskapai penerbangan swasta. Wah, keren juga ya peralihan hidupnya!

Nur Yahya, salah seorang pengrajin logam Zem Silver. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Nur Yahya, salah seorang pengrajin logam Zem Silver. (Inibaru.id/ Audrian F)

Eits, keputusannya untuk mengolah logam sudah melalui riset ya. Jadi bukan asal. Menurutnya, industri logam memiliki potensi yang cukup besar. Sayangnya, sumber daya manusianya masih minim.

“Saya lihat batik sudah banyak yang buat. Meubel pun demikian. Akhirnya saya melihat logam ini peluangnya sungguh besar,” ungkapnya. Akhirnya dia mantap memilih mengolah logam dan menamainya dengan  “Zem Silver”.

Triyanto, pengrajin disabilitas yang pernah mengikuti pelatihan mengolah logam yang diinisiasi Ershad menunjukkan peralatan dapur yang dibuatnya dari logam. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Triyanto, pengrajin disabilitas yang pernah mengikuti pelatihan mengolah logam yang diinisiasi Ershad menunjukkan peralatan dapur yang dibuatnya dari logam. (Inibaru.id/ Audrian F)

Ershad juga bercerita kepada saya bahwa kawasan Mijen dulunya merupakan tempat untuk menempa logam. Hal itu terbukti dari adanya Api Abadi Mrapen.

“Kalau merujuk pada catatan sejarah, kawasan Mijen itu dulunya tempat menempa logam dan keris. Makanya ada Api Abadi Mrapen itu kan juga karena digunakan untuk menempa logam dan keris,” katanya.

Dalam merintis usaha ini dia mengaku nggak gampang. Namun dengan upaya keras, cita-citanya pun terwujud. Mijen kini dikenal sebagai Sentra Logam. Sejumlah tokoh seperti bupati, menteri, hingga Ibu Negara Indonesia Iriana Joko Widodo pernah memakai perhiasan ini. Nggak cuma terkenal di dalam negeri, produk Zem Silver juga telah melanglang buana hingga Eropa.

Wah, inspiratif ya, Millens! (Audrian F/E05)

Menyingkap Kebenaran Adanya Harta Karun di Rumah Kuno Peninggalan Belanda
Menyingkap Kebenaran Adanya Harta Karun di Rumah Kuno Peninggalan Belanda

Di Kota Semarang terdapat sebuah rumah kuno dengan arsitektur Belanda yang dipercaya menyimpan harta karun pasukan Prancis. Sudah banyak orang mencoba menemukan harta ini. Tapi sayangnya keberadaan harta ini masih menjadi tanda tanya.

https://www.inibaru.id/adventurial/menyingkap-kebenaran-adanya-harta-karun-di-rumah-kuno-peninggalan-belanda