Seleksi Ketat Duta Seni Boyolali dan Misi Mulia yang Mereka Emban

Seleksi Ketat Duta Seni Boyolali dan Misi Mulia yang Mereka Emban
Duta Seni Boyolali. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Seni lokal bercita rasa internasional, itulah Duta Seni Boyolali. Kendati "hanya" mengembangkan kesenian daerah, kiprah mereka dikenal hingga daratan Eropa.

Inibaru.id – Melestarikan budaya dan seni lokal adalah gerakan mulia yang bisa dilakukan dalam pelbagai rupa. Di Boyolali, Jawa Tengah, "tugas" itu salah satunya disematkan pada sekelompok siswa SMA yang tergabung dalam Duta Seni Boyolali. Seberapa berat tugas yang mereka emban?

Dibentuk pada 2013, Duta Seni Boyolali adalah para siswa pilihan yang merupakan perwakilan dari berbagai SMA di kota penghasil susu tersebut. Mereka belajar mendalami kebudayaan, khususnya tari-tari tradisional yang klasik, kemudian diterbangkan ke mancanegara untuk memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional.

Menjadi Duta Seni adalah prestasi prestisius. Ini memotivasi sekolah di Boyolali untuk nguri-uri budaya lokal, salah satunya SMA Negeri 1 Boyolali yang terbilang getol menggenjot ekstrakurikuler seni semisal karawitan serta melakukan pengadaan fasilitas gamelan di sekolah.

"Jabatan" Duta Seni berlaku selama satu tahun. Setelah itu, Pemkab Boyolali akan kembali melakukan seleksi para duta yang baru.

Seleksi Ketat

Duta Seni Boyolali menampilkan tari Topeng Ireng. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Menjadi Duta Seni Boyolali bukanlah perkara mudah. Tiap tahun, setidaknya ada 500-an peserta yang mendaftar, yang seluruhnya merupakan warga Boyolali. Dari ratusan peserta, pemkab kemudian hanya mengambil belasan siswa untuk menjadi duta seni. Hm, ini menunjukkan betapa ketat seleksi mereka.

Secara garis besar, ada empat tahap seleksi yang wajib diikuti para peserta. Yang pertama adalah tes tertulis dengan materi seputar pengetahuan umum dan kesenian di Boyolali. Kedua, ada tes wawancara yang mengharuskan peserta menampilkan satu jenis kesenian. Peserta boleh menari, nembang, dan lain-lain.

Kemudian, seleksi tahap ketiga nggak jauh berbeda dengan seleksi tahap kedua. Sementara, tes terakhir adalah pelatihan dasar.

Rifqi Nur Adli, salah seorang Duta Seni Boyolali, mengatakan, tes terakhir sangat mengandalkan ketahanan fisik.

“(Tes terakhir) itu sudah 50 Besar. Kami diajak ke alam selama tiga hari, lalu dites secara fisik, kuat atau nggak. Habis itu pengumuman,” jelas siswa Kelas XI SMA N 1 Boyolali itu.

Selama 2018 ini, sebanyak 18 Duta Seni Boyolali telah membawa misi kesenian ke sejumlah negara di Eropa, di antaranya Swedia, Norwegia, dan Denmark. Di sana, mereka menampilkan pelbagai pertunjukan seni negeri ini. Wah!

“Saya bahagia karena bisa tampil di luar negeri. Sudah dibiayai pemerintah, kami juga bisa berinteraksi dengan orang sana,” kenang Rifqi.

Inspiratif banget, ya, Millens! Dengan keberadaan Duta Seni Boyolali, semoga dunia internasional semakin mengenal budaya kita, ya! (Ayu S Irawati/E03)