Desa Adat Suku Baduy Jadi Wilayah Nol Kasus Covid-19 di Indonesia, Gimana Caranya?

Desa Adat Suku Baduy Jadi Wilayah Nol Kasus Covid-19 di Indonesia, Gimana Caranya?
Suku Baduy masih nol kasus Covid-19 hingga sekarang. (Minews)

Penduduk desa adat Suku Baduy hingga kini diyakini belum ada yang terjangkit corona. Kebijakan desa dan kedisiplian wargalah yang menjadi kunci desa ini jadi wilayah nol kasus Covid-19 di Indonesia.

Inibaru.id – Berbeda dengan kebanyakan wilayah di Indonesia yang mengalami peningkatan kasus yang signifikan, desa adat yang didiami Suku Baduy sama sekali nggak tercatat terkontaminasi Covid-19 atau masih nol kasus. Banyak yang beranggapan, anomali ini terjadi karena Baduy sangat tertutup.

Memang, ketertutupan ini mungkin menjadi salah satu alasan kenapa suku yang mendiami Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, itu masih aman dari pandemi hingga sekarang. Namun, itu bukanlah satu-satunya alasan.

Perlu kamu tahu, suku Baduy nggak setertutup itu. Pada hari-hari biasa, orang Baduy juga menjual kerajinan tangan buatan mereka ke luar kota. Desa Kanekes, khususnya wilayah Baduy Luar, juga cukup terbuka untuk dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Warga Baduy mengenakan masker, Mei 2020. Di tengah pandemi, ritual Seba Baduy tetap digelar secara terbata. (Republika/Antara/Muhammad Bagus Khoirunas)
Warga Baduy mengenakan masker, Mei 2020. Di tengah pandemi, ritual Seba Baduy tetap digelar secara terbata. (Republika/Antara/Muhammad Bagus Khoirunas)

Namun, berbeda dengan orang kebanyakan di Indonesia yang abai terhadap protokol kesehatan atau ngayel kalau diminta menjaga jarak, masyarakat suku Baduy sangat patuh terhadap instruksi dari para tetua adat mereka. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan salah seorang petugas Puskesmas Lebak.

Orang-orang Baduy terbiasa melakukan isolasi mandiri langsung menutup diri begitu tahu ada penyakit berbahaya yang mematikan di Indonesia. Tetua adat juga menginstruksikan seluruh warganya untuk nggak meninggalkan desa, apalagi pergi ke kota besar.

Yang menarik, mereka juga sangat mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. Awal pandemi, tiap wisatawan yang bertandang juga diminta melakukan hal serupa sejak di gerbang masuk. Mereka baru benar-benar melarang kunjungan pada Mei 2020.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Kanekes Jaro Saija, nggak hanya dilarang keluar desa, warga Suku Baduy yang diketahui merantau bahkan diminta pulang tatkala Covid-19 mulai masuk ke Indonesia.

Kawasan adat Suku Baduy. (Merahputih.com)
Kawasan adat Suku Baduy. (Merahputih.com)

Sebelumnya, Suku Baduy sempat menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia karena tetua adatnya mengirim surat ke Presiden Joko Widodo. Isi dari surat ini adalah meminta Baduy nggak lagi dimasukkan dalam daftar destinasi wisata Indonesia.

Mereka merasa jengah dengan kondisi kawasan adat yang tercemar sampah plastik dari wisatawan. Masyarakat juga risih dijadikan tontonan. Selain itu, mereka nggak ingin norma-norma adat Baduy memudar lantaran generasi muda mulai mengenal dunia luar yang dibawa oleh para pendatang.

Kebijakan desa dan kedisiplian warga di wilayah suku Baduy ini tentu bisa menjadi salah satu cara yang bisa diterapkan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia agar menjadi wilayah nol kasus Covid-19. Hidup kan memang harus saling menjaga seperti itu ya, Millens(Vic/IB09/E03)