Langkah Dedi Kusuma Wijaya dan Kawan-kawan Untuk Pendidikan yang Lebih Baik
Dedi Kusuma Wijaya (youngster.id)

Langkah Dedi Kusuma Wijaya dan Kawan-kawan Untuk Pendidikan yang Lebih Baik

Berkat Yayasan Ayo Lanjut Sekolah yang Dedi Kusuma Wijaya dan kawan-kawan, anak-anak dari daerah terpencil dapat melanjutkan sekolah. Bagaimana ceritanya?

Inibaru.id – Kamu tentu tahu kan tokoh Lintang dalam novel Laskar Pelangi? Sayang sekali ya kalau anak secerdas Lintang harus putus sekolah karena kurang biaya dan minim akses.

Nah, saat Dedi Kusuma Wijaya tengah melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pengajar dalam program Indonesia Mengajar pada 2010, dia bertemu dengan Nindy. Seorang anak cerdas yang mengingatkannya dengan sosok Lintang.   

Mengutip youngters,id (3/5/2018), pemuda asal Surabaya itu ditugaskan selama satu tahun menjadi pengajar di SD Kristen Wadankou di Desa Wadankou, Kecamatan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku. Tahu nggak kalau wilayahnya masih sangat terpencil. Nggak ada listrik apalagi sinyal telekomunikasi.

Karena nggak ingin Nindi bernasib sama seperti Lintang, pria kelahiran 22 Agustus 1986 membantu menyekolahkan Nindy. Dia mencarikan donator sekaligus menjadi mentor bagi muridnya itu. Usaha Dedi membuahkan hasil.  Nindy akhirnya bisa melanjutkan pendidikannya.

Berawal dari kisah Nindy, Dedi dan beberapa temannya berinisiatif mengembangkan ide gerakan Lanjut Sekolah. Dedi dan kawan-kawan mengajak orang untuk menjadi mentor bagi salah satu anak cemerlang, sebutan untuk anak-anak yang dididik gerakan ini. Bukan hanya bisa menjadi mentor tetapi juga membiayai pendidikan anak-anak.

Apresiasi Positif

Usaha Dedi dan kawan-kawan mendapat apresiasi. Gerakan Lanjut Sekolah ini terpilih menjadi finalis AusAid-Kopernik Social Innovator Award dan finalis Apa Idemu Pertamina.  Ide tersebut pun semakin bertumbuh dan diresmikan menjadi Yayasan Ayo Lanjut Sekolah pada 2015. Kini, paling nggak yayasan itu sudah membiayai 7 anak hingga menyelesaikan pendidikan penuh. Hebat ya?

Kebersamaan Dedi dan anak-anak Yayasan Lanjut Sekolah. (dok.pribadi/Youngster)

Selain membiayai pendidikannya, yayasan juga mendampingi anak-anak tersebut dengan menyiapkan mentor. Perlu kamu tahu, mentor inilah yang akan berkomitmen untuk terus mendampingi anak cemerlang sampai menyelesaikan pendidikannya sekaligus juga menjadi wali resmi untuk anak-anak di sekolah.

Eits, untuk menjadi mentor itu nggak mudah, lo. Menurut Dedi, tantangan terbesarnya adalah ketika anak putus asa, belum bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru atau kangen dengan rumah. Jadi, mentor harus memberi dukungan dan membangkitkan kembali semangatnya.

Adapun kegiatan lain yayasan yaitu membangun jejaring Lanjut Sekolah. Lalu ada juga Camp Lanjut Sekolah yang membawa sejumlah anak-anak dari desa-desa terpencil untuk mendapatkan pelatihan kepemimpinan di Jakarta. Wih, keren.


"Saya nggak bisa mengubah dunia, tapi senggaknya saya bisa mengubah nasib satu anak,” ujar Dedi yang juga bekerja sebagai Senior Consultant Price Waterhouse Cooper Consulting itu.

Well, apa yang dilakukan Dedi melalui Yayasan Ayo Lanjut Sekolah tentunya patut dijadikan teladan ya. Kamu juga bisa lo berpartisipasi dengan memberi donasi.  (IB05/E05)