Dari Mana Para Mpu Mendapatkan Meteor untuk Dijadikan Keris?

Dari Mana Para Mpu Mendapatkan Meteor untuk Dijadikan Keris?
Keris dibuat dari bahan meteor, lantas, dari mana para empu mendapatkannya? (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Bahan utama keris adalah meteor, batu yang jatuh dari luar angkasa. Nah, bagaimana caranya empu zaman dahulu bisa mendapatkan meteor, ya?

Inibaru.id – Untuk membuat keris yang ampuh, sebagian pandai besi sakti di Jawa zaman dulu, yang kerap disebut Mpu, konon mencampurkan batu meteor agar ampuh. Pertannyaannya, di mana para mpu mendapatkan batu luar angkasa itu?

Oya, terkait penggunaan meteor, kisah itu bukanlah isapan jempol belaka. Kanjeng Benny Hatmantoro dari Forum Bawa Rasan Tosan Adi Soedjatmoko Surakarta pernah mengatakan, para mpu di Tanah Jawa membuat keris, tombak, atau pedang dari bahan meteor yang memiliki unsur titanium.

Hal itu diperkuat dengan hasil penelitian Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) yang diprakarsai Haryono Arumbaning, Sudyartomo Suntono, dan Budi Santoso. Hasil penelitian menunjukkan, keris semasa pemerintahan Sultan Agung di Mataram pada abad ke-16 memiliki bahan titanium terbanyak.

Penelitian lain yang dilakukan Prof Dr Ir Mardjono Siswosuwarno dari Institut Teknologi Bandung juga menyebut, selain pada masa Sultan Agung, keris-keris pada zaman Majapahit juga banyak memakai bahan meteor.

Ada teknik tertentu yang dilakukan para empu untuk mendapatkan meteor, bahan utama keris. (Inibaru.id/ Sitha Afril)
Ada teknik tertentu yang dilakukan para empu untuk mendapatkan meteor, bahan utama keris. (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Lantas, bagaimana bisa para empu ini mendapatkan meteor? Benny Hatmantoro mengatakan, dulu para mpu melakukan tirakat sambil menatap langit. Saat melihat ada meteor jatuh, mereka langsung memburunya dengan metode penyelarasan alam.

"Mereka sudah terlatih untuk mendeteksi dan memilih logam,” jelas Benny.

Para mpu menganggap batu yang jatuh dari langit memiliki kekuatan yang luar biasa. Karena alasan inilah meteor dijadikan bahan keris, tombak, atau pedang.

Dari catatan Catalogue of Meteorites, Jawa termasuk tempat yang cukup sering dijatuhi meteor. Sebagai contoh, pada 19 Maret 1884, kawasan Alastoewa, Madiun, Jawa Timur, tertimpa meteorit bernama Jatipengilon. Dengan berat 16 kilogram, benda itu terbenam sedalam tiga meter.

Hal serupa juga diungkapkan dalam data catatan meteor kepunyaan Javier de La Torre dari Vizzuality dan CartoDB. Jawa memang kerap kejatuhan meteorit sehingga cukup wajar jika para mpu zaman dahulu cukup mudah mendapatkannya untuk mendapatkan keris.

Jadi, sudah tahu dong dari mana meteor-meteor itu mereka dapatkan? Hm, pengin berburu meteor juga? Ha-ha. (Mer/IB09/E03)