Darahnya Pernah Dihalalkan, Husein Muhammad Tak Kapok Perjuangkan Kesetaraan Gender
Husein Muhammad. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Darahnya Pernah Dihalalkan, Husein Muhammad Tak Kapok Perjuangkan Kesetaraan Gender

Pemikirannya tentang kesetaraan gender yang sering dianggap bertentangan dengan tafsir Quran yang dipegang ulama lain, menjadikannya masuk dalam daftar ulama liberal. Selain itu berbagai intimidasi juga pernah dialami oleh Husein Muhammad. Seperti apa kisahnya?

Inibaru.id - Husein Muhammad dikenal sebagai ulama berperspektif perempuan yang aktif dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Pemikirannya ini sudah ditelurkan dalam beberapa buku, di antaranya adalah Fiqh Perempuan, Perempuan, Islam & Negara: Pergulatan Identitas dan Entitas, serta yang lainnya.

Nggak cuma lewat buku, kiai yang lebih akrab dipanggil Buya Husein ini juga aktif memberikan seminar dalam berbagai forum ilmiah. Dia juga mendirikan Fahmina Institute yang concern dalam kajian gender. Atas ketekunannya, Buya Husen memperoleh gelar doktor honoris causa bidang tafsir gender pada 2019 lalu.

Pencapaian ini bukan berarti tanpa rintangan, Millens. Buya Husein mengaku dirinya kerap dicap liberal karena berbagai pemikirannya tentang kesetaraan gender yang nggak "umum".

“Penolakan dari semua kalangan. Ada yang keras dan tidak,” tuturnya.

Nggak cuma dapat label liberal dari kelompok kanan, Buya Husein bahkan mendapat cap liberal dari golongannya sendiri. 

“Saya dikatai liberal dan merusak Islam dari dalam, halal darahnya hingga disidang,“ ucapnya yang terdengar gemetar mengingat hal tersebut.

Buah pemikirannya yang dianggap kontroversial oleh sebagian kelompok pun menjadikannya masuk dalam buku 50 Tokoh Jaringan Islam Liberal Indoensia. Selain itu namanya juga masuk dalam Membuka Kedok Tokoh-Tokoh Liberal dalam Tubuh NU. Hal tersebut bikin Buya Husein nggak bisa masuk dalam struktural organisasi NU. Hingga saat ini, di internet namanya masih tercatat sebagai tokoh Jaringan Islam Liberal.

“Saya nggak bisa jadi pengurus NU, tidak bisa jadi pembicara dalam kaderisasi ulama,” tuturnya.

Kantor Disegel

Husein Muhammad saat menjadi pembicara pada sebuah forum. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Husein Muhammad saat menjadi pembicara pada sebuah forum. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Nggak berhenti di situ, Buya Husein juga pernah mengalami intimidasi di tempatnya bekerja yang dilakukan oleh oknum tertentu. Dia nggak bisa masuk kantor karena disegel.

Bahkan kebencian dari kelompok yang kontra dengannya ini berlanjut ke forum-forum dengan menarasikannya sebagai kiai yang sesat. Yang lebih parah adalah dengan melarang orang mondok di pondok pesantren miliknya, Darut Tauhid.

Berbagai perlakuan buruk yang diterimanya ini nggak lantas menghentikan langkahnya untuk selalu menyebarkan semangat kesetaraan. Laki-laki 67 tahun ini juga nggak ambil pusing dengan semua perlakuan buruk dari berbagai kelompok ini.

“Ya biarin aja, nanti juga kembali (baik sendiri),” katanya santai.

Memang beda banget cara seorang ulama menghadapi masalah ya! Karya Buya Husein yang mana nih yang jadi favoritmu, Millens? (Zulfa Anisah/E05)