Cerita Sebelum Dapur Umum Krapyak Berdiri

Cerita Sebelum Dapur Umum Krapyak Berdiri
Mendirikan dapur umum ternyata nggak bisa asal. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Demi menemukan lokasi yang paling tepat untuk mendirikan dapur umum, sekelompok pemuda ini rela berputar-putar melakukan pemetaan. Akhirnya, dapur umum itu didirikan di Krapyak Semarang, daerah yang menurut mereka banyak terdapat orang-orang alit.

Inibaru.id – Prihatin melihat banyak orang kecil kesulitan makan karena wabah Covid-19, sekelompok pemuda ini beraksi. Mereka tergabung dalam Dapur Umum Semarang-Solidaria. Misi mereka mendirikan dapur umum untuk membantu meringankan beban masyarakat kecil terdampak Covid-19. Selain memasak, mereka juga ikut mendistribusikan makanan bagi mereka yang sangat terdampak wabah Covid-19 ini.

Nggak asal bangun dapur umum, para sukarelawan ini harus melakukan pemetaan terlebih dahulu tentang kondisi di sekitarnya. Mereka sampai berkeliling kota beberapa kali lo untuk memastikan daerah tersebut memang membutuhkan bantuan. Total banget kan?

FYI, mereka sudah mendirikan dapur umum di tiga titik di Kota Semarang, yaitu Krapyak, Sampangan, dan Genuk-Kaligawe. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pendirian dapur umum ini nggak asal-asalan. Di Krapyak misalnya. Kata Pupung, salah seorang sukarelawan daerah di Semarang Barat ini banyak dihuni oleh pemulung, Rabu (15/5).

Kelompok karang taruna Kampung Subali di Krapyak yang mendirikan dapur umum di tempat tinggal mereka. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)
Kelompok karang taruna Kampung Subali di Krapyak yang mendirikan dapur umum di tempat tinggal mereka. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Hal ini dibenarkan oleh Yoshua Ajie Pambudi, salah seorang pengelola dapur umum dii Krapyak.

“Kami memang mapping dulu sebelumnya. Biar tahu titik-titiknya,” ucapnya, Minggu (17/5). Untuk keefektivan pengelolaan, dapur umum dikelola oleh sukarelawan yang berdomisili di lokasi yang sama. Seperti yang dilakukan Yoshua ini. Operasi dapur umum di Krapyak diambil alih olehnya bersama rekan-rekannya di Karang Taruna Kampung Subali, Krapyak, tempatnya tinggal selama ini.

Semua usaha yang Yoshua dan rekan-rekannya lakukan terbayar lunas dengan apresiasi masyarakat yang mereka bantu. “Melihat respons warga yang positif, kami berniat tetap membuka dapur setelah Lebaran,” tambah Yosua.

Usaha mereka dalam memilih lokasi pendirian dapur umum mmang patut diacungi jempol ya, Millens? (Gregorius Manurung/E05)