Cerita Para Detektif Jack's Angels, Direkrut Orang Misterius dan Menutup Diri dari Keluarga

Cerita Para Detektif Jack's Angels, Direkrut Orang Misterius dan Menutup Diri dari Keluarga
Ilustrasi: Menjadi detektif Jack's Angels ternyata nggak mudah. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Menjadi detektif pengulik kasus perselingkuhan ternyata nggak mudah. Dua orang detektif Jack's Angels berkenan bercerita bagaimana mereka melakoni profesi ini. Sangat rahasia dan tertutup.

Inibaru.id - Menjadi detektif swasta seperti pada anggota Jack's Angels yang mengulik kasus perselingkuhan nggak semudah yang dibayangkan. Mereka punya cara kerja yang unik. Bahkan, para "angel" itu wajib merahasiakan identitasnya sebagai detektif.

“Nggak ada yang tahu kalau dia detektif,” aku Jack, inisiator a.k.a pendiri Jack's Angels saat dihubungi Inibaru.id via Whatsapp, Selasa (4/8/2020).

David, detektif asal Banyuwangi yang sudah lima tahun menjadi anggota Jack's Angels mengatakan, dirinya mengaku sempat tertawa sewaktu ditawari menjadi seorang detektif. Lelaki 40 tahun itu bercerita, suatu ketika ada orang yang duduk di sampingnya, lalu menawari pekerjaan penyelidikan.

“Waktu itu, saya pikir, mana mungkin ada penyelidikan sejenis ini di Indonesia,” kenangnya. Sebelum menjadi detektif, David adalah seorang sopir bus lintas provinsi.

Ilustrasi: Sebelum menjadi detektif, David adalah sopir lintas provinsi. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Ilustrasi: Sebelum menjadi detektif, David adalah sopir lintas provinsi. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Namun, alih-alih menyerah, orang tersebut justru mengatakan bahwa David punya talenta di jalanan. Dengan imbalan uang, orang misterius ini kemudian meminta David mengantarnya ke sebuah kota yang rupanya menjadi bagian dari proses penyelidikan. Mau nggak mau, David pun jadi terlibat.

Tiga hari setelah kasus terselesaikan, David diberi upah lagi. Nah, melihat kerja penyelidikan tersebut, barulah dia percaya kalau profesi semacam itu memang ada di Indonesia.

“Saya menikmati profesi ini karena menyukai petualangan,” tuturnya.

Ilustrasi - Kedua detektif Jack's Angels tersebut direkrut secara misterius. Seperti didekati oleh seseorang nggak dikenal lalu ditawari menjadi detektif. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Ilustrasi - Kedua detektif Jack's Angels tersebut direkrut secara misterius. Seperti didekati oleh seseorang nggak dikenal lalu ditawari menjadi detektif. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Oya, cara kerja sebagai detektif dilakukan remote. David bergerak begitu Jack dapat target dan mengirimkan fotonya ke dia. Lalu, David memantau target selama sehari penuh. Menurutnya, fokus pada target menjadi skill yang sangat penting saat menjalani pekerjaan ini.

Kendati terlihat mudah, jangan salah, banyak rintangannya, lo, termasuk memilih antara pekerjaan dengan kepentingan keluarga.

Terkait ini, hal kurang menyenangkan pernah dialami David. Kala itu dia sedang dalam proses penyelidikan dan salah seorang keluarganya mendadak sakit. Sementara, dia ada di posisi dekat dengan target dan saat itu juga wajib menyerahkan bukti.

Akhirnya, dengan berat hati dia harus mengesampingkan kepentingan keluarganya tadi. Padahal, perlu kamu tahu, dalam menjalani profesi ini, David disarankan untuk nggak cerita ke siapa pun, termasuk keluarganya.

“Saya punya keluarga juga. Tapi, saya nggak akan cerita soal profesi saya,” pungkasnya.

Ilustrasi: Bahkan keluarga nggak boleh tahu kalau dia adalah detektif Jack's Angels. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Ilustrasi: Bahkan keluarga nggak boleh tahu kalau dia adalah detektif Jack's Angels. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Arok, anggota Jack's Angels lain, juga mengaku menyembunyikan identitasnya sebagai detektif dari keluarganya. Saat hendak diwawancarai Inibaru.id, dia menolak ditelepon karena sedang bersama keluarga. Interview pun dilakukan via chat.

Ihwal mula Arok menjadi seorang detektif Jack's Angels pun nggak jauh berbeda dengan yang dialami David. Suatu hari, tiba-tiba ada seseorang yang mengajak dia kenalan dan langsung menawari pekerjaan ini.

“Saya nggak tahu apa benar ada detektif di Indonesia, apalagi saya nggak boleh ketemu pemimpinnya,” ujar lelaki yang mengaku sebelumnya bekerja sebagai pegawai swasta ini.

Yap, sebagai informasi, jangankan klien, para anggota Jack's Angels pun belum pernah sekali pun bertemu dengan Jack, sang pemimpin.

Akhirnya, untuk membuktikan, lelaki 40 tahun ini pun mencoba mengambil tugas yang diberikan, hingga menerima upah. Setelah itu, barulah Arok percaya.

Ilustrasi: Menjadi seorang detektif Jack's Angels dalam menuntaskan kasus perselingkuhan, harus selalu siap sedia dalam waktu dan kondisi apapun. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)<br>
Ilustrasi: Menjadi seorang detektif Jack's Angels dalam menuntaskan kasus perselingkuhan, harus selalu siap sedia dalam waktu dan kondisi apapun. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Oya, ngomongin pengalaman buruk, lelaki yang sudah enam tahun menjalani profesi detektif Jack's Angels ini juga pernah mendapat pengalaman kurang menyenangkan saat bertugas. Kala itu, Arok tengah memantau target. Tiba-tiba terjadi gempa bumi.

Namun, yang namanya pekerjaan harus diselesaikan gimana pun caranya. Apa pun yang terjadi, Arok merasa harus tetap fokus memantau orang tersebut.

“Memang harus siap sedia dan fit kondisinya," pungkas sosok asal Bandung yang mengaku senang melakoni profesi sebagai detektif ini. 

Tiap profesi memang mengandung konsekuensi masing-masing ya, Millens. Namun, asalkan hati senang, pekerjaan apa pun pasti dilakoni sepenuh hati. Sepakat? (Audrian F/E03)