Jalan Berliku Butet Manurung Demi Sokola Rimba

Jalan Berliku Butet Manurung Demi Sokola Rimba
Saur Malina Manurung atau Butet Manurung. (liputan6.com)

Memilih untuk meninggalkan ibukota dan mengabdikan diri pada salah satu suku di pelosok Indonesia. Butet Manurung memang perempuan tangguh yang inspiratif.

Inibaru.id Millens, pernah dengar Sokola Rimba? Yap, sekolah alam yang mengajarkan baca tulis anak-anak suku Anak Dalam di kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), Jambi.

Saur Malina Manurung atau lebih dikenal dengan Butet Manurung adalah salah seorang di balik berdirinya sekolah inspiratif itu. Perempuan kelahiran Jakarta 46 tahun lalu itu memang mencintai petualangan. Nggak heran kalau dia sebelumnya bekerja menjadi pemandu wisata di Taman Nasional Ujung Kulon.

Rasa jenuh pada pekerjaan membuatnya mencari hal baru. Sebuah iklan tentang fasilitator pendidikan alternatif bagi suku asli Jambi meyakinkan dirinya untuk mengabdi pada suku Anak Dalam seperti ditulis ketahui.com.

FYI, Sokola Rimba adalah organisasi non profit yang memberi kesempatan pendidikan bagi masyarakat di pelosok Indonesia.

Butet Manurung saat mengajar anak Sokola Rimba. (jurnalasia.com)

Penuh Tantangan

Perjuangan Butet bukannya tanpa halangan lo. Bertahun-tahun dia keluar-masuk hutan dan ditolak mentah-mentah oleh suku Anak Dalam yang takut kalau pendidikan bakal mengubah adat mereka.

Tahu nggak, minimnya pengetahuan literasi jadi permasalahan yang dihadapi suku Anak Dalam. Akibatnya mereka mudah tertipu oleh orang asing yang datang dari luar suku mereka. Karena itu Butet memperkuat pendidikan baca tulis agar anak-anak Sokola Rimba bisa teliti saat memahami hal-hal seperti akta perjanjian, proses jual beli, hingga penentuan batas hutan adat seperti ditulis kompas.com (28/4/17).

Perempuan lulusan jurusan Antropologi Universitas Padjajaran itu sengaja mengajarkan materi dari buku-buku tentang konservasi lingkungan, hutan adat, hingga hak asasi manusia khususnya menyangkut hak asasi masyarakat adat.

Sejumlah Penghargaan

Hasil memang nggak bakal mengkhianati usaha. Perjuangan Butet mendirikan Sokola Rimba nggak berakhir sia-sia lo. Terbukti dia diganjar dengan beberapa penghargaan internasional.

Melansir laman liputan6.com (21/8/16), Man and Biosphere (UNESCO/2011), Hero of Asia (Majalah Time/2004), Asia Young Leader (2007), Young Global Leader (2009), dan Asia Nobel Prize (Ramon Magsaysay Award/2014) adalah di antaranya.

Oya, cerita tentang Sokola Rimba juga sudah dibukukan lo. Butet sendiri yang menulisnya dan telah diterbitkan pada 2007. Buku itu bahkan sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris pada 2012 dalam judul The Jungle School.

Nggak cuma itu, kisahnya juga diangkat dalam film berjudul “Sokola Rimba” karya Mira Lesmana dan Riri Riza pada 2014. Film itu sering diputar di berbagai festival film internasional.

Wah, keren banget ya, Millens! Butet Manurung memang sosok perempuan inspiratif yang layak kita tiru. (IB10/E05)