Binatang Jalang yang Tak Dikenal Anaknya

Sebuah pameo pernah mengatakan, “Orang baik mati muda.” Namun, sepertinya hal itu tak berlaku bagi Chairil Anwar.

Binatang Jalang yang Tak Dikenal Anaknya
Chairil Anwar (Foto: Detikcom)

inibaru.id - Yap, siapa pun tahu, penyair yang terkenal lewat puisi “Aku” ini adalah “binatang jalang” dalam arti yang sebenarnya. Semasa hidup, pria yang mangkat menjelang usia 27 tahun itu dikenal sebagai sosok yang ugal-ugalan dan terkenal lusuh dalam keseharian. Mata merah lantaran jarang tidur dan pakaian lusuh yang selalu ia kenakan adalah dua ciri khas yang melekat padanya.

Kendati demikian, banyak gadis tercatat pernah tergila-gila pada Chairil. Puisi-puisinya yang garang dan nyalang disinyalir menjadi daya tarik bagi para permpuan itu. Dien Tamaela, Sri Ajati, Ida, Tuti, Gadis Rasyid, Mirat, dan Roosmeini, adalah sederet gadis yang pernah mewarnai hari-hari pria yang dikenal bau karena jarang mandi ini. Setidaknya, begitulah yang tercatat dalam puisi-puisi pria ini.

Para sahabatnya tahu, Chairil suka “jajan” di beberapa tempat pelacuran. Bahkan, pelukis terkenal, Affandi, yang merupakan teman dekat pria kelahiran Medan, 26 Juli 1922 itu, pernah terkena getahnya.

Suatu ketika Chairil pergi ke sebuah tempat pelacuran, tapi ia lupa membawa dompet. Dirinya kemudian meminta PSK yang melayaninya untuk datang ke sebuah alamat untuk mengambil bayaran, yang tak lain adalah alamat rumah Affandi. Chairil memang acap tidur di rumah itu.

Nahas, ketika PSK itu datang menagih ongkos, yang ia temui adalah istri Affandi, yakni Maryati. Sang istri pun marah besar dan berbuntut runyam. Kendati Chairil sudah menjelaskan dan meminta maaf, Maryati tetap meragukan cinta sang maestro seni lukis Indonesia itu. Sang istri pun menyuruh suaminya menikah lagi, dan memilihkan calon si istri muda, yaitu Rubiyem.

Meski “nakal”, penyair antimainstrim itu pada akhirnya menikah dengan Hapsah Wiraredja, gadis asal Karawang. Namanya terukir dalam satu dari 70 puisi karya Chairil dengan judul “untuk H”. Kepada istrinya, anak tunggal dari pasangan Toeloes dan Saleha tersebut memiliki panggilan sayang, yakni “Gajah”, lantaran istrinya bertubuh tambun.

Dalam pernikahan itu, Hapsah melahirkan seorang putri yang diberi nama Evawani. Sayang, Chairil keburu meninggal sekira setahun setelah kelahiran sang buah hati. Ahad Natakusumah kemudian menggantikan sosok Chairil sebagai ayah tiri dengan menikahi Hapsah.

Legendaris

Evawani kecil tak pernah mengenal sosok ayahnya yang legendaris. Bahkan, ibunya sendiri tak pernah mengenalkannya. Tiap kali ditanya, sang ibu selalu menjawab singkat: “Ayahmu Pak Ahad.”

Pada akhirnya gadis kelahiran tahun 1947 itu mengetahui sosok sang ayah melalui HB Jassin. Kejadian bermula saat ia duduk di kelas 3 SD Manggarai, Jakarta Waktu itu, seseorang mengambil fotonya guna dipasang di buku HB Jassin.

Ternyata, buku itu berkisah tentang sosok Chairil Anwar dengan anaknya yang bernama Evawani, yang tiada lain merupakan dirinya.

Namun, ketika dikonfirmasi, ibunya menyangkal. Pada akhirnya kebenaran diungkapkan paman Eva, yakni Ibrahim. Eva pun mengenang kembali sosok Chairil lewat berbagai karya yang telah ditorehkan penyair fenomenal ini. (OS/IB)