Berkesempatan Bersalaman dengan Paus, Dewi Praswida Bagikan Kisah Inspiratif
Dewi Praswida saat membeagikan pengalamannya pada Dialog Kebangsaan pada Kamis (11/7). (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Berkesempatan Bersalaman dengan Paus, Dewi Praswida Bagikan Kisah Inspiratif

Dewi Praswida, perempuan muda asal Kota Semarang yang bersalaman langsung dengan Paus Fransiskus menggegerkan dunia maya. Selain dipuji, dia juga mendapat berbagai hinaan. Hadir di Dialog Kebangsaan, Dewi berbagai kisah menarik.

Inibaru.id - Masih ingat dengan perempuan muda asal Kota Semarang yang fotonya viral karena bersalaman langsung dengan Paus Fransiskus di Vatikan? Yap, perempuan bernama Dewi Praswida tersebut merupakan aktivis Gusdurian Semarang yang mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Vatikan.

Dalam kesempatannya mengenyam beasiswa di luar negeri tersebut, dia berkesempatan untuk bertemu dengan pemimpin Gereja Katholik Roma, Paus Fransiskus pada 26 Juni 2019 lalu.

Selepas kejadian tersebut, banyak sambutan baik dari berbagai komunitas lintas agama. Namun nggak sedikit juga yang menghujatnya, bahkan menudingnya sebagai seorang kafir. Menghadapi tersebut, perempuan yang akrab dipanggil Dewi itu menanggapi dengan santai.

Dalam Dialog Kebangsaan yang digelar oleh PT Marie Food di Sekolah Nasional Karangturi pada Kamis (11/7) lalu, Dewi membagikan kisahnya ketika menjalani hari-harinya bersama umat agama lain saat dia menempuh beasiswanya.

Selama enam bulan tinggal dengan penerima beasiswa lainnya, Dewi merasa tersanjung saat seluruh temannya yang merupakan nonmuslim menemaninya saat makan sahur dan berbuka. “Jam makan malam jam 19.00 tapi semua teman menunggu saya sampai berbuka pada 21.00,” lanjut dewi.

Menurutnya, saat dia belajar bersama teman-temannya, dia bisa melihat berbagai karakter dalam beragama. Namun satu hal yang dijunjung dalam pertemanan lintas agama tersebut adalah toleransi.

“Orang di sana cenderung nggak mau tahu dengan urusan pribadi termasuk cara beribadah seseorang, jadi nggak ada yang kepo. Saya pikir hal ini bagus jika ada di Indonesia,” kata Dewi. Meskipun begitu, melihat pola masyarakat Indonesia yang didominasi dengan orang yang serba ingin tahu dengan urusan orang lian, Dewi sepertinya harus memupus harapannya tersebut.

Dari pengalamannya, Dewi tentu merasa berhutang budi dengan teman-temannya yang mengajarkannya toleransi dari hal sederhana seperti menemani makan sahur dan berbuka. Dari pengalamannya bertemu dengan Paus Fransiskus pula, Dewi merasa jilbab dan jubah bukan sekat untuk nggak bersaudara.

Dalam acara dialog kebangsaan tersebut, turut hadir Sakdiyah Makruf yang merupakan stand up komedian muslimah yang membagikan pengalamannya menyampaikan pesan toleransi melalui panggung komedi.

Wah, semoga akan lahir perempuan-perempuan lain yang menebarkan pesan toleransi dengan cara yang unik ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)