Berempati Ala Yuda Kurniawan Melalui Film Dokumenter

Berempati Ala Yuda Kurniawan Melalui Film Dokumenter
Yuda Kurniawan, sutradara film dokumenter Nyanyian Akar Rumput. (Inibaru.id/ Audrian F)

Ada banyak cara seseorang mengungkapkan rasa empatinya. Bagi Yuda Kurniawan, membuat film dokumenter adalah caranya menunjukkan empati.

Inibaru.id - Yang namanya passion memang sudah mengakar dalam diri seseorang. Begitu pula dengan Yuda Kurniawan yang selalu bersemangat ketika membuat film dokumenter. Salah satu karyanya yang terkenal dan memenangkan banyak perhargaan adalah Nyanyian Akar Rumput.

Ada alasan menarik di balik keseriusan Yuda dalam menggarap setiap karyanya. “Sebab film dokumenter adalah usaha kita untuk menuturkan kembali apa yang telah kita lihat, rasakan dan rekam dengan kamera melalui sebuah cerita yang terstruktur. Itulah mengapa kalau mau bikin mulailah dari hal-hal yang kamu mengerti secara benar atau kalau belum coba kenali dulu,” papar laki-laki 36 tahun ini saat workshop di Festival Film Jawa Tengah, Minggu (29/9) yang bertempat di Impala Space, Kota Lama, Semarang.

Lebih lanjut Yuda menjelaskan mengapa dirinya memilih genre film dokumenter. Lewat film dokumenter, dia bisa leluasa merekam berbagai kejadian di kehidupan sehari-hari baik itu dalam ranah sosial, ekonomi hingga politik. "Dan yang paling penting saya bisa ikut berempati. Maka dari itulah saya lebih memilih film dokumenter,” tambahnya.

Yuda Kurniawan saat menyampaikan materi di workshop Festival Film Jawa Tengah. (Inibaru.id/ Audrian F)

Saat ditanya soal geliat film dokumenter di Indonesia, pria yang tinggal di Depok ini mengatakan kalau perkembangannya sudah sangat pesat dan baik. Pasalnya, kemajuan teknologi dan peralatan sangat menunjang produktivias para film maker dokumenter. Di samping itu peran platform semisal youtube sangat bermanfaat menyebarkan konten langsung ke penonton. Banyaknya komunitas film di daerah-daerah juga memungkinkan setiap film maker memutar filmnya untuk ditonton bersama-sama. Jadi seperti bioskop alternatif gitu deh, Millens.

Menurut Yuda hal terpenting yang harus dimiliki film maker konsistensi. Meski demikian, pendapat orang lain juga perlu didengar. Sama halnya dengan Yuda yang banyak mendengar masukan orang lain dalam membuat film.

“Justru ulasan itu yang paling penting. Kalau sudah mendapat masukan dan kritik, cari solusi. Jangan langsung patah arang dulu,” kata Yuda.

Dalam kesempatan itu juga dia membocorkan akan kembali merilis film dokumenter berjudul Roda-Roda Nada tahun depan. Wah, jadi nggak sabar pengin nonton ya. (Audrian F/E05)