Berdagang sekaligus Bersedekah a la Solifah

Berdagang sekaligus Bersedekah a la Solifah
Dalam kesederhanaan, Solifah tetap peduli sesamanya. (Inibaru.id/ Bayu N)

Ada banyak cara orang bersedekah. Solifah, pemilik warung makan di Semarang ini mematok harga di bawah rata-rata sebagai sedekahnya.

Inibaru.id - Di ruangan berukuran 7x3m itu, beberapa meja kayu kecil dan rendah tampak berbaris. Dinding-dinding di sekelilingnya berdiri tegak tanpa polesan cat, bahkan, beberapa bagian hanya memperlihatkan balok-balok batu bata. Di tengah-tengahnya, tv dan kipas kecil menjadi hiburan bagi pemilik dan pelanggan yang berkunjung.

Jauh dari kata mewah, begitulah gambaran warung Ibu Solifah yang terletak di Jl. Beruang Raya No. 1 RT 02 RW 01 ini. Tempat ini pula yang sudah lama menjadi penolong bagi karyawan dan penghuni kos di sekitarnya ketika perut keroncongan, sementara uang di dompet harus dihemat. 

Yap, warung makan ini memang menawarkan harga di bawah rata-rata. Harga yang mungkin bakal sangat jarang kamu temukan di luar sana. Bayangkan saja, untuk bisa menikmati seporsi soto atau nasi rames, kamu cuma perlu mengeluarkan uang Rp3.000, Millens!

"Ya pastinya untung nggak banyak. Tapi kan yang penting laku dan jalan terus," ungkap Solifah sambil merapikan beberapa lembaran rupiah di balik meja “kasir” sekaligus tempatnya menata lauk pauk.

Dengan uang nggak lebih dari Rp4.000, kamu bisa makan kenyang di warung Solifah. (Inibaru.id/ Bayu N)
Dengan uang nggak lebih dari Rp4.000, kamu bisa makan kenyang di warung Solifah. (Inibaru.id/ Bayu N)

Ibu dua anak itu mengaku sudah mendirikan warung tersebut sejak empat tahun lalu. Selama itu pula, harga yang ditawarkan nggak pernah berubah, meski tuntutan kebutuhan makin hari makin mendesak.

Menurutnya, memberikan harga super-murah nggak cuma jadi strategi supaya warungnya tetap bertahan, melainkan juga sebagai upaya bersedekah kepada sesama. Dari kebaikan inilah dirinya percaya bahwa Tuhan akan membalasnya dengan berbagai cara.     

Melalui keuntungan warung yang nggak seberapa dan doa yang nggak kenal lelah, Solifah mampu menghidupi dirinya dan ke dua anaknya. (Inibaru.id/Bayu N) 
Melalui keuntungan warung yang nggak seberapa dan doa yang nggak kenal lelah, Solifah mampu menghidupi dirinya dan ke dua anaknya. (Inibaru.id/Bayu N) 

"Saya dulu pernah jadi karyawan pabrik juga. Jadi tau mereka (karyawan pabrik) ini kalau makan yang penting murah dan kenyang,” tuturnya. 

Menurut ceritanya, Solifah memang dulunya merupakan korban PHK dari salah satu pabrik baja. Nah, mengingat usianya yang sudah tua dan single parent, dirinya pun memutuskan untuk membuka warung kecil-kecilan supaya bisa terus menghidupi dirinya dan kedua anaknya.

"Apalagi di sini juga banyak karyawan dan anak-anak kos,” ucap perempuan ramah itu.

Yang terpenting bagi Solifah adalah berkah dari Tuhan YME. (Inibaru.id/Bayu N)
Yang terpenting bagi Solifah adalah berkah dari Tuhan YME. (Inibaru.id/Bayu N)

Lebih jauh lagi, Solifah bercerita bahwa meski pun nggak banyak keuntungan yang bisa dia peroleh, dirinya tetap menikmati pekerjaannya tersebut. Rasa capai tentu saja ada, mengingat dirinya mengelola warung seorang diri. Namun, lelahnya hilang manakala melihat pelanggannya melahap habis masakannya.

Sebelum izin untuk menunaikan solat dzuhur, Solifah mengaku cukup senang karena warungnya sempat viral di media sosial beberapa waktu yang lalu. Kini, nggak cuma karyawan dan anak kos sekitar yang makan di warungnya, namun juga ada beberapa anak muda dan tukang ojol.

"Ya senang, soalnya jadi banyak yang tahu juga. Tapi sempat bingung juga kok bisa sampai viral begini,” ucapnya sembari terkekeh. Kalau Solifah sedekah dengan menjual makanan berharga miring, sedekah a la kamu seperti apa nih, Millens? (Bayu N/E05)