Belajar Agama dan Tradisi Hindu, Puluhan Anak Lintas Agama Penuhi Pura

Belajar Agama dan Tradisi Hindu, Puluhan Anak Lintas Agama Penuhi Pura
Puluhan anak usia sekolah belajar agama dan tradisi Hindu di Pura Agung giri Natha pada Minggu (21/7) pagi.( Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Semangat belajar toleransi semenjak kecil ditunjukkan anak usia 10-12 tahun ini. Minggu (21/7) kemarin, sejumlah 54 anak antusias belajar selur]k beluk agama dan tradisi Hindu di Pura Agung Giri Natha. Gimana keseruan agen toleransi cilik ini belajar agama Hindu?

Inibaru.id - Puluhan anak yang kompak berbaju kuning memenuhi area Madya Mandala Pura Agung Giri Natha pada Minggu (21/7) pagi. Nampaknya anak-anak usia 10-12 tahun ini tengah khusyuk mendengarkan fasilitator terkait seluk beluk agama Hindu. Ternyata anak-anak ini sedang mengikuti Anak Semarang Damai (Semai) Jilid II  yang digelar oleh EIN Institute bersama Pelita dan IKHRAR Semarang.

Dalam acara ini, 54 peserta dari enam agama dan kepercayaan diajak untuk mengenal agama dan tradisi umat Hindu. Koordinator acara, Br. Heri Bertus Iriyanto mengatakan, acara ini bermaksud memberikan ruang bagi anak-anak untuk saling bergaul dan bertoleransi. “Berkumpul dengan teman agama lain sehingga nggak ada lagi kecurigaan satu dengan yang lain,” Kata Br. Heri.

Peserta antusias mengikuti setiap sesi. (inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Br. Heri mengaku bahagia melihat antusiasme peserta. “Kalau nilai-nilai kehidupan dan toleransi ditanam sejak kecil itu akan mudah tumbuh,” katanya.

Belajar Budaya dan Tata Cara Ibada Umat Hindu

Anak-anak usia sekolah ini antusias mendengarkan setiap penjelasan fasilitator. Di awal sesi, mereka diajak berkeliling area Pura untuk mengenal bagian-bagian pura. Selanjutnya, peserta dikenalkan dengan budaya dan hari besar umat Hindu. Salah satunya adalah pemberian sesajen di bawah pohon. Salah seorang peserta, Jelotus Minetta mengaku mendapat pencerahan. “Ternyata sesajen tersebut untuk menghormati makhluk hidup, bukan untuk menyembah. Saya paling ingat karena sebelumnya belum tahu,” kata siswi kelas 1 SMP ini.

Peserta menyaksikan tata cara ibadah umat Hindu. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Di akhir sesi, peserta diajak untuk menyaksikan tata cara ibadah umat Hindu. Mereka lantas menyaksikan salah seorang peserta yang beragama Hindu memperagakan berbagai gerakan serta ritual sebelum dan sesudah beribadah. Setiap gerakan mengambil bunga, menyulut dupa, gerak tangan dan sikap tubuh, sampai memakan beras diperhatikan oleh peserta dengan seksama.

Beberapa orang tua yang menunggu di sekitar area pura juga nampak menyimak pemaparan fasilitator. Salah satunya Ani Mumpuni asal Pedurungan Semarang. “Saya senang banget, anak saya berkumpul dengan anak-anak lintas agama,” tuturnya.

Peserta dibantu Suster mengenakan kain sebelum masuk ke pura. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Tanggapan serupa juga disampaikan oleh Jelo yang sudah dua kali ikut acara serupa mengaku ketagihan. Dia juga nampak antusias karena bisa berkumpul dengan teman beda agama. “Seru banget! Dapat pengetahuan baru dan bisa kumpul dengan teman beda agama,” kata siswa kelas 1 SMP ini.

Br. Heri berharap semangat dan gerakan seperti ini semakin melebar. Di masa depan dia ingin  banyak orang yang melihat lalu terinspirasi untuk mengadakan acara serupa. Wah buatmu yang sudah dewasa, jangan sampai kalah dengan anak-anak ini untuk belajar toleransi ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)