Beda dari yang Lain! Acara JiFolk Gunakan Peralatan dari Bahan Ramah Lingkungan

Beda dari yang Lain! Acara JiFolk Gunakan Peralatan dari Bahan Ramah Lingkungan
Mulai dari photobooth hingga panggung di JiFolk Festival Sndoro Sumbing menggunakan bahan ramah lingkungan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Pagelaran Internasional Jifolk pada 12-14 Juli lalu menggunakan bahan ramah lingkungan untuk dekorasi panggung hingga photobooth. Panitia juga mengimbau penonton agar bawa botol minum yang bisa diisi ulang.

Inibaru.id - Perayaan Jifolk sebagai salah satu rangkaian Festifal Sindoro Sumbing memang telah berlalu Jumat (12/7) lalu. Tapi ada yang mengganggu pikiran saya hingga saat ini. Saya baru menyadari saat membuka galeri foto hasil jepretan dari acara tersebut, saya nggak menemukan perlengkapan dan dekorasi acara yang terbuat dari plastik.

Yap! Setiap foto yang saya ambil hanya ada hiasan yang terbuat dari bambu. Penasaran, saya lalu menggeser dan melihat foto lainya. Benar saja, saya nggak menemukan ornamen acara yang terbuat dari plastik.

Pameran di Jifolk pun pakai instalasi dari bambu lho. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Masih penasaran, saya mencoba membuka memori-memori di kepala ketika saya berada di sana. Benar saja, seingat saya memang nggak ada bahan plastik yang saya temukan di lokasi.

Photobooth yang identik menggunakan backdrop MMT sekali pakai nggak berlaku di acara ini. Panitia cuma menjejerkan beberapa rigen (tempat yang dipakai warga Temanggung untuk mengeringkan tembakau) secara vertikal yang bertuliskan Festival Sindoro Sumbing. Meski sederhana, photobooth sederhana ini terlihat ciamik dan jadi spot favorit untuk berfoto.

Meski cuma pakai bambu dan merang, panggung JiFolk tetap terlihat mewah. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Berbagai dokumentasi kegiatan juga dipajang dalam instalasi rigen lo, Millens! Nggak cuma unik, instalasi rigen ini bikin acara Jifolk terasa Temanggung banget! Panitia juga menggunakan tampah yang dilukis dengan berbagai tulisan yang dipajang di sepanjang jalan utama di sekitar Alun-Alun Kota Temanggung.

Nggak cuma itu, panggung JiFolk yang megah juga dihiasi dengan instalasi bambu dan merang yang menjulang tinggi. Benar-benar lain dari yang lain!

Cinderamata di sini pun memanfaatkan limbah industri. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Penonton yang datang juga diimbau oleh panitia untuk membawa botol minum yang bisa digunakan ulang lo. Meski saya nggak melihat secara langsung penonton yang membawa botol minum, setidaknya saya nggak melihat terlalu banyak sampah seusai acara. Agaknya anjuran ini manjur untuk mengajarkan penonton agar nggak menggunakan bungkus sekali pakai ya, Millens!

Oh ya, saya juga nggak lupa beli oleh-oleh berupa gantungan kunci sederhana. Yang nggak saya sangka, panitia acara pun menjelaskan bahwa gantungan kunci tersebut terbuat dari limbah industri lo. Wah benar-benar nggak terpikirkan.

Festival Sindoro Sumbing yang baru pertama kali digelar ini mengusung tema LESTARI, Lestari Alamnya, Lestari Budaya, Lestari Masyarakatnya sepertinya membuktikan komitmennya untuk melestarikan alam dengan cara menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan selama acara.

Wah semoga konsep acara yang ramah lingkungan semacam ini bisa ditiru oleh penyelenggara acara yang lain  ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)