Baru Sebulan Jualan, Susmiati Kewalahan Penuhi Order Keripik Mawar

Baru Sebulan Jualan, Susmiati Kewalahan Penuhi Order Keripik Mawar
Susmiati dengan keripik mawar di tangannya. (Zulfa Anisah/ Zulfa Anisah)

Di tangan Susmiati mawar yang indah dan sedap bisa menjadi camilan yang lezat. Berawal dari coba-coba, kini dirinya kebanjiran order. Gimana cerita lengkapnya?

Inibaru.id - Selain warnanya yang cantik, aromanya yang semerbak juga bikin bunga mawar banyak digemari untuk menjadi hiasan atau tanaman. Tapi gimana jadinya kalau bunga mawar yang harum nan cantik ini disulap jadi camilan yang lezat?

Yap, di tangan Susmiati, mawar merah yang biasa menjadi hiasan dan bunga tabur di kuburan disulap menjadi camilan yang lezat. Berawal dari pengalamannya menyantap keripik mawar oleh-oleh suaminya, perempuan 32 tahun ini tertantang bikin produk dengan rasa lebih lezat.

“Suami yang bawa oleh-oleh keripik mawar, saya coba anyep. Coba bikin sendiri dengan sedikit modifikasi ternyata hasilnya enak,” tutur ibu 2 anak ini.

Setelah beberapa kali percobaan hingga menemukan formula yang pas, dirinya memberanikan diri untuk menjualnya kepada teman terdekatnya. Mendapat tanggapan positif, akhirnya Susmiati memberanikan diri untuk menjualnya ke pasar yang lebih luas.

Baru sekitar sebulan memulai usaha, dirinya kini mengaku kebanjiran order. Dengan dibantu 1-2 tetangga di sekitar rumahnya, Susmiati kini sibuk memenuhi permintaan para pelanggannya yang  berasal dari Salatiga, Semarang, Purwokerto hingga Kalimantan.

Mawar digoreng nggak terlalu lama. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)<br>
Mawar digoreng nggak terlalu lama. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Sebungkus keripik mawar penuh manfaat ini Cuma dijual Rp 6.000 dengan ukuran 100 gr. Agar lebih worth it, kamu bisa beli ukuran setengah kilogram dengan harga Rp 25 ribu.

“Baru mulai awal puasa ini, Alhamdulillah banyak yang suka dan bisa kirim ke berbagai kota meskipun cuma dijual via online,” tuturnya.

Meski nggak perlu waktu lama untuk memperkenalkan produknya dari masyarakat Susmiati ternyata nggak punya keahlian tertentu di bidang kuliner lo. Semuanya murni karena coba-coba. Ibu rumah tangga yang satu ini juga mengaku pernah mengalami kegagalan yang cukup bikin tepuk jidat.

“Waktu itu pesanan mulai ramai, tapi karena kesalahan tepungnya nggak bisa nempel sama bunganya,” kenangnya.

Mawar sebelum dan setelah diolah. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Mawar sebelum dan setelah diolah. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Kini keripik mawar baru tersedia dalam satu rasa saja. Kedepannya, Susmiati mengaku pengin membuat keripik mawar dalam berbagai rasa. Dia juga kepikiran untuk membuat teh dan sirop mawar. Wah kira-kira gimana ya rasanya?

“Kepikiran bikin teh dan sirop mawar tapi belum ada tenaganya,” harapnya.

Selain tu, dirinya juga berharap agar usahanya tambah maju dan berkembang sehingga bisa mempekerjakan dan memberdayakan ibu rumah tangga lain di sekitar tempat tinggalnya.

Kamu tertarik mencoba camilan unik yang satu ini, Millens? (Zulfa Anisah/E05)