Amanda Susanti Berdayakan Petani Lewat Teknologi

Amanda Susanti Berdayakan Petani Lewat Teknologi
Amanda Susanti Co Founder Sayurbox (Youngster.id)

Berangkat dari keprihatinan Amanda Susanti akan nasib petani, dia membangun Sayurbox. Bagaimana cerita Amanda tentang usahanya?

 

Inibaru.id – Kini, para petani bisa semringah. Berkat aplikasi Sayurbox yang dibuat Amanda Susanti, mereka bisa memasarkan hasil panen langsung pada pembeli. Dengan memotong mata rantai yang selama ini melilit petani, keuntungan yang dikantongi bisa lebih banyak.

Selain itu, pembeli juga dapat memperoleh produk yang fresh. Jadi sama sama diuntungkan ya!

Produk Sayurbox. (Feedyeti.com)

Melansir Youngster.id  (01/02/2018), Amanda membangun bisnis ini sejak 2016 bersama kedua rekannya Rama Notowidigdo dan Metha Trisnawati. Saat ini sudah ada 300 jenis sayuran yang dijual di Sayurbox, lo. Sedangkan petani yang menjadi mitra sudah ada 50  orang.

Memiliki Ribuan Konsumen

Usaha perempuan 28 tahun ini pun disambut baik oleh masyarakat. Sekarang, lebih dari 8 ribu konsumen di area Jabodetabek. Jumlah itu terus bertambah, Millens.

Sayurbox memang hadir untuk memenuhi kebutuhan produk buah dan sayuran segar dan berkualitas bagi warga ibu kota.

Beberapa investor pun tertarik dengan model bisnis yang ditawarkan Sayurbox. Belum lama ini Patamar Capital dan beberapa angel investor menyuntikan dana ke Sayurbox. Perolehan seed funding ini diperkirakan berkisar 200 – 300 ribu US Dolar.

Ketertarikannya dalam bidang pertanian serta keinginannya mensejahterakan para petani menjadi motivasi untuk terus mengembangkan bisnis ini.

Amanda bahkan nggak ragu turun langsung ke lapangan untuk membantu sekaligus mengedukasi para petani. Dia mengakui mengenalkan teknologi digital pada petani nggak mudah.

Selain mengenalkan aplikasi ini, dia juga memberi contoh bagaimana packaging yang tepat agar lebih menjual.

Produk Sayurbox. (Youngter.id)

Produk Berkualitas Tinggi

Untuk meningkatkan kualitas produk, perempuan lulusan Bisnis dai Manchester University, UK ini rajin mengontrol mitra petani. Petani yang digandeng sebagai mitra nggak sembarangan.

“Kami lihat dulu bagaimana cara menanam, bagaimana cara melakukan panen. Jadi, dari segi kualitas kami ingin petani dapat pengetahuan baru. Kami datang ke kebun. Pingin lihat kalau panenannya bebas pestisida. Lalu kami lihat, mereka punya sertifikat organik atau tidak,” ungkapnya.

Dia berharap Sayurbox akan turut memajukan agrikultur Indonesia. Dia juga ingin para pemuda mau kembali ke ladang dan nggak mamandang remeh profesi petani. Semoga harapan Amanda terkabul dan bisnisnya semakin sukses ya, Millens. (IB13/E05)