Ali Nur Fathoni Bikin Dispenser Khusus Tunanetra

Berawal dari kepeduliannya terhadap kaum tuna netra, Ali berhasil membuat inovasi yang menghantarkannya menjadi sarjana dan inspirasi bagi orang banyak.

Ali Nur Fathoni Bikin Dispenser Khusus Tunanetra
Ali dan dispenser buatannya (medcom.id)

Inibaru.id – Ali Nur Fathoni adalah salah satu contoh anak muda yang nggak menyia-nyiakan masa mudanya. Ali, sapaan pemuda ini berhasil membantu banyak orang. Dia menciptakan dispenser khusus tuna netra. Yap, dispenser khusus itu dia rancang dengan menggunakan micro controller. Benda ini bekerja dengan mendeteksi suhu air yang dikeluarkan, Millens.

Ada sejumlah sensor yang bekerja dalam dispenser itu. Sensor suhu, sensor kondisi galon, sensor gelas, dan sensor isi air dalam gelas. Nah, keempat sensor tersebut bakal bekerja dan menghasilkan bunyi yang mewakili tanda tertentu seperti ditulis medcom.id (15/1/18).

Dikutip dari krjogja.com (19/01/18), sensor suara secara otomatis bakal berbunyi untuk membedakan air dingin atau panas yang dikeluarkan dari dispenser. Jadi, tuna netra nggak bakal salah menandai air yang keluar tuh. Keren ya?

Ide untuk membuat dispenser khusus itu muncul saat Ali menonton sebuah tayangan di televisi. Dalam tayangan yang dia tonton, seorang tuna netra harus mencelupkan jarinya ke dalam air minum yang dia ambil dari dispenser. Hal itu dilakukan untuk memastikan suhu air sebelum diminum.

“Kalau gelasnya berisi air dingin, barangkali nggak masalah mencelupkan jari ke dalam air. Tapi kalau yang disentuh adalah air panas, kan bisa kesakitan.” Jelas Ali pada krjogja.com (19/01/18).

Inovasi yang diciptakan Ali awalnya dia buat untuk tugas akhir kuliahnya lo. Yap, proyeknya itu pun berhasil membawa mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang itu lulus dan diwisuda baru-baru ini.

Butuh waktu berbulan-bulan untuk Ali menyelesaikan rancangannya itu. Oya, Ali pun harus merogoh kocek sebesar Rp 1 juta 5 ratus untuk merampungkan alat ciptaannya. Tapi semua kerja kerasnya terbayar dengan apresiasi dan respon masyarakat yang antusias.

Bahkan saat diuji cobakan pada komunitas penyandang tuna netra Sahabat Mata Semarang, mereka mengaku senang dan bangga karena sudah diperhatikan.

Pria asal Boyolali itu pun berharap alat ciptaannya dapat diproduksi secara massal. Jadi bakal lebih banyak lagi penyandang tuna netra yang terbantu.

Nah, kepedulian Ali membawa dampak banyak nih buat dirinya sendiri dan lingkungan sekitar. Kamu jangan mau ketinggalan, ya! (IB10/E05)