Aida Nuraida Kembangkan Bisnis Orang Tua lewat Pemasaran Digital

Kejeliannya memanfaatkan arus modernisasi membuat usaha keluarganya berkembang pesat. Nggak cuma menjangkau pasar yang lebih luas, omzet bulanan pun otomatis naik drastis.

Aida Nuraida Kembangkan Bisnis Orang Tua lewat Pemasaran Digital
Aida dan miniatur kapal pinisi yang jadi produk andalannya (youngster.id)

Inibaru.id – Di tangan Aida Nuraida, usaha keluarganya berkembang semakin pesat. Berkat kemampuannya mengatur pemasaran dan memanfaatkan arus modernisasi, produk-produk yang dia jual mampu merambah pasar luas.

Aida, begitu dia biasa disapa adalah co-founder dari Batavia Irmada. Usaha yang dia kembangkan bersama orang tuanya itu menjual produk-produk berbahan dasar tembaga. Yang jadi andalan adalah miniatur kapal pinisi.

“Awalnya kami membuat produk hanya kalau ada pesanan. Kemudian pasar lesu dan kami sempat vakum lama. Baru sekarang kami mulai lagi dengan konsep pemasaran baru,” kata Aida pada youngster.id (22/5/17).

Nggak hanya memasarkan produknya lewat sosial media seperti twitter, facebook, dan instagram. Produk-produk Batavia Irmada sekarang juga bisa dibeli lewat aplikasi belanja daring lo.

Replika kapal pinisi yang terbuat dari tembaga karya Batavia Irmada. (facebook)

Strategi gadis 22 tahun itu berbuah manis. Meski baru bertaraf Usaha Kecil Menengah (UKM), Batavia Irmada kini sudah menjadi UKM binaan PT Telkom Indonesia lo. Produknya pun semakin dikenal di pasar yang lebih luas.

“Pesanan dan omzet naik drastis. Saat ini sudah banyak pesanan datang dari perusahaan dan BUMN. Bahkan ada juga pesanan dari Kedutaan Saudi Arabia,” jelas Aida seperti ditulis youngster.id (22/5/17).

Produk Batavia Irmada

Batavia Irmada dikenal dengan miniatur kapal pinisi berbahan tembaga dan perak. Selain itu, ada pula pisau surat, penjepit dasi, aksesoris, dan peralatan rumah tangga lainnya. Semua dibuat dari bahan perak atau tembaga.

Kalau kamu berminat untuk membeli produk buatan Batavia Irmada, harganya bervariasi nih. Mulai dari Rp 380 ribu hingga Rp 925 ribu. Sst, untuk miniatur kapal pinisi dibanderol lebih mahal nih. Harganya bisa mencapai Rp 7 juta 5 ratus per buah. Bila diperkirakan, omzet Batavia Irmada mencapai Rp 70 juta per bulan. Wow!

Nah, kemampuan melihat pasar dan memahami perkembangan zaman memang berpengaruh banyak buat dunia wirausaha ya, Millens. Makanya kamu juga nggak boleh kalah jeli untuk melihat peluang ya! (IB10/E05)