Afida Zahara Adzkiya, Pejuang Zero Waste yang Lahir dari Lembaran Bobo

Afida Zahara Adzkiya, Pejuang Zero Waste yang Lahir dari Lembaran Bobo
Afida Zahara Adzkiya. (Dokumentasi pribadi)

Afida Zahara Adzkiya adalah seorang pegiat lingkungan yang menginisiasi komunitas Seangle Semarang dan BACK-IND. Kesadarannya tentang lingkungan sudah ada sejak kelas 4 SD loh. Yuk simak perjalanannya!

Inibaru.id – Kamu masih ingat dengan majalah Bobo? Majalah anak-anak yang populer pada masa sebelum internet mudah diakses. Majalah inilah yang menyadarkan Afida Zahara Adzkiya, pegiat gaya hidup zero waste untuk lebih peduli lingkungan.

Fida, panggilan akrabnya, mengaku dirinya sangat menyukai rubrik Sains majalah Bobo. Topik tentang lingkungan, go green, hingga pemanasan global menyadarkan dirinya kalau bumi sedang nggak baik-baik saja. Bahkan dirinya mengaku sampai membuat kliping dari rubrik tersebut. Bisa dibilang, perjalanan zero waste Fida semua berawal dari majalah Bobo.

“Tahu informasinya dulu dari Bobo semua,” ungkap Fida dalam keterangan tertulis (10/04).

Sampai akhirnya Fida menemukan wadah yang sesuai visi misinya untuk menjaga bumi melalui gaya hidup zero waste. Dirinya mengenal gaya hidup ini saat berada di bangku kuliah ketika mengikuti kegiatan Civil Society Forum as Part of Zero Waste City Conference pada 2018.

“Seminar yang mengusung tema utama zero waste, dari sanalah aku menemukan solusi untuk menyelamatkan bumi yang selama ini aku cari,” tambahnya.

Melalui konsep zero waste self branding, dirinya mengajak masyarakat untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan yang murah meriah. Mulai dari selalu bawa bekal ke kampus, bawa botol minum sendiri, bawa alat makan sendiri, hingga selalu menolak kantong plastik dan menggunakan tas belanja ramah lingkungan.

Menjadi Ikon Zero Waste di Kampus

Zero waste self branding dengan bawa alat makan sendiri. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Zero waste self branding dengan bawa alat makan sendiri. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Semenjak Fida selalu melakukan zero waste self branding, dirinya mengaku kini jadi di-notice oleh teman-temannya. Hal ini karena dirinya selalu menegur temannya yang nggak zero waste banget nih misalnya jajan masih pakai kantong plastik. Atau menegur teman supaya nggak pakai sedotan plastik kalau pesan minuman.

“Lainnya aku ngasih contoh saja kayak bawa bekal tiap ke kampus. Terus lama kelamaan makin banyak yang bawa juga, katanya mau nemenin Fida, makan bekal kayak Fida,” ungkapnya.

Fida juga mengaku menemui tantangan mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan ke masyarakat. Seperti ketika dia bikin penjual buah kebingungan karena selalu menolak kantong plastik.

Kan aku selalu beli buah. Awal-awal penjualnya bingung kalau aku nggak mau pakai kantong plastik, akhirnya aku ceramahi,” ungkapnya lagi.

Dirinya mengaku nggak pernah lelah untuk selalu kampanye zero waste ke siapapun demi menyelamatkan lingkungan. Bisa dibilang Fida adalah pegiat lingkungan yang militan ya. Tapi berkat kegigihannya, kini dia bisa merangkul keluarga, teman-teman, sampai penjual buah untuk lebih peduli lingkungan he.

Kalau kamu sendiri sudah zero waste belum nih? (Julia Dewi Krismayani/E05)