Adamas Belva dan Universitas Raksasa Bernama Ruangguru

Belva nggak puas dengan lembaga pendidikan informal yang dia anggap belum ada kejelasan soal kualitas guru atau instrukturnya. Ketidakpuasan itu dia jawab dengan membuat perusahaan rintisan alias start-up Ruangguru.

Adamas Belva dan Universitas Raksasa Bernama Ruangguru
Adamas Belva, founder Ruangguru. (Jawa Pos/Ahmad Baidhowi)

Inibaru.id –  Membaktikan diri untuk dunia pendidikan memang nggak pernah pandang bulu. Dari kalangan biasa hingga jebolan kampus elite, semua mampu melakukannya. Contohnya Adamas Belva Syah Devara nih. Dia kukuh memajukan dunia pendidikan.

Lembaga pendidikan informal dengan guru-guru les atau privat yang aktif banget mengusik Belva, sapaan lelaki muda itu. Jealous? Bukan. Menurutnya, belum ada mekanisme penilaian tertentu untuk kualitas guru privat yang jadi acuan para siswa. Jadi sering nggak nyambung antara harapan dan kenyataan. Ya, maunya begini, eh la kok begitu. Gambaran sederhananya begitu.

Dari kegelisahan itu, Belva yang jebolan dual degree di Harvard dan Stanford University, mulai membangun start-up Ruangguru, tandem dengan rekannya, Iman Usman. Belva nggak memungkiri bahwa pengalamannya di dunia konsultan manajemen banyak membantu proses penciptaan Ruangguru. Omong gampangnya, dia mampu mengambil keputusan berdasar insting dan bagaimana berhubungan dengan klien.

Baca juga:
Lalu Nasib dan Wayang Sasak Kekinian
Rafa dan Kepedulian terhadap Sampah Elektronik

Sebagai insan yang melek teknologi, Ruangguru dia jalankan melalui sistem daring. Desain platform-nya selalu dimodifikasi. Dan platform Ruangguru sudah resmi dirilis dalam bentuk aplikasi yang mudah diunduh. Sangat praktis untuk para siswa zaman now.

Dilansir dari Rappler (11/4/2017), belum genap empat bulan berjalan, Ruangguru sudah mendapatkan investasi pendanaan awal dari East Ventures. Jejak tersebut lalu diikuti oleh Venturra yang ikut berinvestasi mendanai Ruangguru.

Hingga April 2017, sedikitnya ada 20 dinas pendidikan provinsi dan 200 dinas pendidikan kota/kabupaten yang telah bekerja sama dengan Ruangguru. Bahkan Ruangguru juga menjalin korporasi dengan pihak-pihak swasta. Salah satunya adalah LINE Academy, fitur edukasi yang diusung media sosial LINE. Nggak nyangka kan bahwa fitur keren ini adalah sokongan awak Indonesia?

Yang menarik adalah dukungan dari banyak figur publik, antara lain Chelsea Islan yang kita kenal dengan jargon “muda dan berkarya”.

Gebrakan Belva bersama rekan sejolinya terbukti nggak sia-sia ya, Millens. Sebab, Ruangguru berhasil menyabet pelbagai penghargaan, yaitu Start-up Penggerak Perubahan 2016 dalam #BukaApresiasi dari Bukalapak, Indonesia’s Best Social Enterprise of the Year dalam ASEAN Rice Bowl Startup Awards 2016, Honorable Mention for Best Education Startup dalam Kaizen 2016 di Dubai, dan Situs Pendidikan Terbaik di Indonesia oleh Bubu Awards 2015.

Baca juga:
Teater Boneka Ria Papermoon Mendunia
Hamzah Izzulhaq, Muda-muda Pintar Usaha

Bahkan, Belva dan Iman masuk dalam 30 Under 30 Asia 2017: Consumer Technology versi majalah Forbes. Inspiratif banget, kan?

Kita doakan agar Ruangguru mampu menjadi “universitas raksasa” untuk masyarakat Indonesia, sesuai harapan Belva. (YFH/SA)