Warak Ngendhog, Simbol Pemersatu Masyarakat Semarang

Semarang memiliki tradisi unik untuk menyambut Ramadan yakni Dugderan. Nah, saat Dugderan ada hewan fantasi yang nggak pernah absen dalam pawai tersebut. Hm, hewan apa ya?

Warak Ngendhog, Simbol Pemersatu Masyarakat Semarang
Infografik warak ngendhog. (Inibaru.id/Nafis Ghifary)

Inibaru.id – Pernahkah kamu mendengar Warga Ngendhog? Yap, Warak Ngendhog merupakan hewan fantasi ciri khas Kota Semarang. Konon, hewan ini merupakan simbol persatuan antaretnis di Semarang.

Nama Warak Ngendhog berasal dari dua kata, yakni Warak yang berasal dari bahasa Arab “wara’i” yang artinya suci dan “ngendhog” yang berasal dari bahasa Jawa dengan arti bertelur. Nah, bila digabung, dua kata itu diartikan siapapun yang menjaga kesucian saat Ramadan akan mendapat banyak pahala waktu Lebaran. Inilah alasan Warak Ngendhog selalu hadir dalam tradisi menyambut Ramadan di Semarang, Dugderan.

Infografik Warak Ngendhog. (Inibaru.id/Nafis Ghifary)

Bentuk tubuh Warak Ngendhog disebut merupakan gabungan dari simbol-simbol tiga etnis terbesar di Semarang yakni Jawa, Tionghoa, dan Arab. Kepala hewan ini menyerupai naga yang mewakili etnis Tionghoa. Badan Warak Ngendhog disebut seperti buraq yang mewakili etnis Arab. Sementara itu, bentuk kakinya seperti kaki kambing yang merupakan simbol etnis Jawa.

Selain bagian tubuhnya yang mewakili tiga etnis terbesar di Semarang, bentuk Warak Ngendhog yang lurus juga merupakan perlambang masyarakat Semarang. Bentuk lurus itu bermakna masyarakat Semarang yang terbuka lurus dan bicara apa adanya, Millens.

Nah, begitulah filosofi Warak Ngendhog. Semoga kerukunan antaretnis di Semarang yang dimanifestasikan dalam Warak Ngendhog dapat terjaga. (IB18/E04)